Instagram Bantah Ada Kebocoran, Kasih Saran Ini Buat Para Pengguna

Uzone.id— Instagram akhirnyamemberikan tanggapan terkait kabar kebocoran data yang menimpa 17,5 jutapengguna mereka pada Sabtu, (10/01) lalu. Dalam keterangan resmi yang dibagikandi berbagai platform, Instagram mengaku telah memperbaiki celah yang menyebabkanpihak eksternal bisa mengirimkan permintaan reset lewat email ke para pengguna.
“Kami telah memperbaiki masalah yang membuat pihak eksternalmeminta email reset kata sandi ke beberapa pengguna,” kata Instagram.
Mereka juga membantah adanya kebocoran dan menegaskandata-data pengguna saat ini aman di sistem Instagram.
“Tidak ada pelanggaran di sistem kami dan akun Instagramkalian tetap aman,” lanjut Instagram dalam postingannya.
Terkait banyaknya pengguna yang mendapat terror email untukmereset password, Instagram memberikan saran agar pengguna mengabaikanemail-email tersebut sehingga akun mereka tetap aman.
“Anda dapat mengabaikan email-email tersebut, maaf ataskebingungan yang muncul karena ini,” tambah mereka.
Sebelumnya, sebanyak 17,5 juta pengguna di seluruh duniadikabarkan dijual di dark web oleh oknum tak dikenal. Menurut laporan dariMalwareBytes, Sabtu, (10/01), data-data ini memuat informasi sensitif parapengguna dan beredar luas di forum dark web.
Kumpulan data yang banyak beredar luas mencakup namapengguna dan username, alamat email resmi, nomor telepon, dan detail pribadilainnya seperti data lokasi pengguna.
Alhasil, pengguna mendapat pesan email reset password yangtidak pernah mereka lakukan. Lonjakan pesan tersebut tampak sah dan mulaimembanjiri kotak masuk sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB pada 8 Januari2026, membuat pengguna di seluruh dunia bingung dan cemas tentang keamanan akunmereka.
Menurut postingan yang dibagikan pelaku di dark web,data-data ini sudah ‘dipanen’ semenjak akhir tahun 2024 lalu melalui kebocoranAPI, mereka berhasil lolos dan bisa melewati langkah keamanan standar yang adadi Instagram untuk mengambil data.