Internet Iran Hampir Mati Total saat Serangan AS dan Israel

Uzone.id- Akses internet di Iran dilaporkan hampir mati total saat terjadinya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konektivitasnya dikabarkan hanya tersisa sekitar 4 persen dari kondisi normal.
Lembaga pemantau kebebasan internet, NetBlocks menyebutkan konektivitas nasional Iran hampir mati hingga hanya tersisa sekitar 4 persen dari kondisi normal.
"Data jaringan menunjukkan Iran kini berada di tengah pemadaman internet hampir total, dengan konektivitas nasional hanya 4 persen dari level normal," tulis NetBlocks lewat kanal Telegram resmi, dikutip dariCNN International.
Pemadaman internet ini terjadi di tengah operasi tempur AS dan Israel terhadap Iran. Pola pemutusan akses internet disebut serupa dengan langkah yang pernah diterapkan pemerintah Iran saat konflik dengan Israel tahun lalu.
"Insiden ini terjadi di tengah operasi tempur AS dan Israel, dan sesuai dengan langkah-langkah yang digunakan selama perang dengan Israel tahun lalu," tulis NetBlocks.
Sementara itu bagi warga Iran, pemadaman internet bukanlah hal yang baru. Seperti pada Januari lalu, masyarakat Iran sempat mengalami kesulitan dalam mengakses internet.
Bedanya di Januari 2026 itu internet memang diredam oleh pemerintah guna membatasi komunikasi daring untuk meredam aksi protes antipemerintah.
Di sisi lain, US Department of Defense secara resmi menamai kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran sebagai "Operation Epic Fury".
Nama operasi tersebut langsung diumumkan setelah serangan militer gabungan kedua negara tersebut dilancarkan pada Sabtu (28/2) pagi.
Hingga berita ini ditulis, masih belum terdapat informasi lebih lanjut dari pihak pemerintah Iran. Begitu juga soal pemulihan konektivitas internet di negara tersebut.