Internet Iran Padam 30 Hari, Tembus 696 Jam

pada 2 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id– Pemadaman internet di Iran kini memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama 30 hari penuh atau setara 696 jam, konektivitas Iran ke dunia luar nyaris lumpuh total.

Data dari NetBlocks menunjukkan bahwa trafik internet internasional Iran hanya tersisa sekitar 1 persen dari kondisi normal, menandai salah satu blackout digital terparah dalam sejarah modern.

"Pemadaman internet di Iran kini memasuki hari ke-30, seiring berlanjutnya tindakan sensor nasional hingga minggu kelima setelah 696 jam," tulis NetBlocks dalam publikasinya di laman Mastodon. 

Mereka melanjutkan, "metrik menunjukkan bahwa konektivitas ke dunia luar hanya mencapai 1 persen dari tingkat normal."




Angka tersebut bukan sekadar statistik teknis. NetBlocks menggambarkan bagaimana sebuah negara dengan puluhan juta pengguna internet praktis terisolasi secara digital dari dunia global.

Akses ke platform seperti WhatsApp, YouTube, hingga layanan cloud internasional hampir sepenuhnya terputus.

Situasi ini tidak berdiri sendiri. Pemadaman internet tersebut berlangsung di tengah eskalasi konflik yang masih memanas antara Iran dengan blok yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan yang selama ini berlangsung di kawasan Timur Tengah kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik, baik secara militer maupun siber.


Di tengah kondisi itu, pembatasan akses internet menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah Iran. Tujuannya berlapis, mulai dari mengendalikan arus informasi, mencegah penyebaran narasi yang dianggap merugikan, hingga menjaga stabilitas dalam negeri di tengah tekanan eksternal. Namun, dampaknya jauh meluas, terutama bagi masyarakat sipil dan aktivitas ekonomi digital.

Berdasarkan berbagai laporan pemantauan jaringan global, konektivitas internasional Iran saat ini nyaris lumpuh. Trafik data keluar-masuk negara tersebut turun drastis, membuat warga kesulitan mengakses layanan global seperti media sosial, platform komunikasi, hingga layanan berbasis cloud.


Aktivitas yang sebelumnya bergantung pada internet, mulai dari bisnis online, pendidikan, hingga komunikasi lintas negara praktis terhambat.

Pemadaman internet memang bukan hal baru dalam dinamika politik Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah beberapa kali menerapkan pembatasan serupa, terutama saat terjadi demonstrasi besar atau ketegangan politik.

Dari sisi pemerintah, pembatasan ini kerap diposisikan sebagai langkah defensif untuk menjaga keamanan nasional. Namun dari sudut pandang masyarakat global, blackout internet dalam skala besar dan waktu lama seringkali dikritik karena membatasi hak akses informasi dan kebebasan berekspresi.