Jack Dorsey Mau Hidupkan Lagi Aplikasi Video Pendek Vine

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id – Pendiri Twitter dan eks CEO Jack Dorsey, dikabarkan akan ikut menghidupkan kembali aplikasi video pendek Vine.

Dukungan untuk reboot Vine—yang akan nantinya akan berubah nama menjadi diVine—ditunjukkan Dorsey melalui lembaga nirlaba miliknya, And Other Stuff.

"Alasan saya mendanai organisasi nirlaba ini, And Other Stuff, adalah untuk memungkinkan para insinyur kreatif seperti Rabble menunjukkan apa yang mungkin dilakukan di dunia baru ini, dengan menggunakan protokol tanpa izin yang tidak dapat dihentikan berdasarkan keinginan pemilik perusahaan," jelas Jack Dorsey, mengutipTechCrunch.





Rabble atau Evan Henshaw-Plath sendiri merupakan otak di balik kembalinya diVine. Keduanya saling mengenal sebab dulu pernah sama-sama bekerja untuk Twitter.

Rencananya, pengguna Vine yang lama nantinya dapat mengakses kembali video mereka. Caranya adalah dengan membuktikan bahwa mereka masih memiliki akses ke akun media sosial yang tercantum pada profil Vine mereka yang telah ditutup.

Upaya Rabble sejauh ini cukup membuahkan hasil, di mana ia telah berhasil mengembalikan 170.000 video dari Vine asli berkat arsip lama yang dibuat sebelum Twitter menutup aplikasi tersebut di tahun 2017.

Sementara itu, pengguna yang tidak ingin kembali dan memilih agar akunnya dihapus juga dapat mengajukan permintaan tersebut.

Dalam sebuah FAQ di situs web diVine, Rabble juga mengatakan bahwa ia juga berharap dapat memulihkan kembali "jutaan" komentar dan foto profil pengguna yang terkait dengan unggahan asli tersebut.





Di sisi lain, diVine juga mengambil sikap yang cukup tegas terhadap konten yang dihasilkan AI.

Aplikasi ini akan dipasangi alat deteksi AI bawaan. Nantinya, apabila video diverifikasi sebagai buatan AI, diVine secara otomatis akan membubuhkan lencana AI pada konten tersebut.

Langkah ini diambil sebab diVine melihat bahwa media sosial seperti TikTok, YouTube, hingga Instagram sedikit demi sedikit mulai dikuasai oleh konten AI.

Ditambah dengan kehadiran aplikasi seperti Sora, di mana konten video yang mereka hasilnya sepenuhnya diproduksi oleh mesin.

“diVine melawan balik. Kami menciptakan ruang di mana kreativitas manusia dirayakan dan dilindungi, di mana Anda dapat percaya bahwa apa yang Anda tonton dibuat oleh orang sungguhan dengan kamera sungguhan, bukan dihasilkan oleh algoritma,” tulis diVine pada situs resmi mereka.

Sejauh ini, Rabble mengungkapkan sebanyak 10.000 pengguna telah bergabung dengan versi beta dari diVine. Namun, belum ada tanggal pasti mengenai kapan aplikasi ini benar-benar akan diluncurkan untuk publik secara lebih luas.