Jadi Gerbang Startup China Pakai Chip Nvidia, Ini Kata Bos Indosat

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Indosat OoredooHutchison disebut menjadi gerbang bagi salah satu startup China bernama INFTech untuk mendapatkan akses chip terbaru Nvidia yaitu chip Blackwell. Padahal,seperti yang diketahui, Nvidia yang berbasis di AS dilarang keras oleh Donald Trumpuntuk memberikan teknologinya ke perusahaan di China.

Menanggapi hal tersebut, CEO Indosat Ooredoo Hutchison,Vikram Sinha menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerjasama denganperusahaan multinasional.

“Setiap pelanggan di luar Indonesia harus melalui regulasiyang sama, baik perusahaan AS maupun perusahaan China. Jika memenuhi semuaperaturan, kami pun mendukungnya,” kata Vikram kepada The Wall Street Journal,dikutip dari Tom’s Hardware.

Sementara itu, INF Tech yang sebelumnya disebut memilikiketerkaitan dengan militer China juga menegaskan bahwa mereka tidak melakukanpenelitian apapun dengan militer negara tersebut dan mereka sudah memenuhiperaturan ekspor AS.




INF Tech sendiri adalah sebuah startup yang didirikan olehQi Yuan, warga negara Amerika kelahiran China yang juga memimpin institut AI diUniversitas Fudan. 

Sebelumnya, dalam investigasi terbaru Wall Street Journal,sebuah startup asal Shanghai, INF Tech berhasil mengakses 2.300 GPU AI Nvidiayang terlarang tersebut melalui perantara dari Indosat yang berbasis diJakarta.

Langkah ini mungkin terlihat ilegal, tetapi para pengacaramengatakan bahwa cara ini sepenuhnya legal dan tidak melanggar hukum. Pasalnya,INF Tech tidak secara langsung membeli teknologi tersebut dari Nvidia.

Dalam laporan yang dikutip dari Tom’s Hardware, Senin,(17/11), jalur ini dimulai di California, di mana Nvidia menjual chipterbarunya kepada Aivres, salah satu mitranya yang memproduksi server AI. 

Aivres sendiri merupakan perusahaan domestik AS, namunbeberapa pihak mengklaim bahwa sebagian saham Aivres dimiliki oleh Inspur,perusahaan teknologi China yang masuk daftar hitam pemerintah AS–yang kemudiandibantah oleh perusahaan.




Karena Aivres adalah perusahaan berbasis AS, mereka punbebas dan tidak terikat oleh pembatasan ekspor yang diberlakukan ke perusahaanasing selama mereka mematuhi aturan ekspor AS.

Lalu, disinilah peran Indosat dimulai. Perusahaantelekomunikasi Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison terlibat dimana merekamembeli 32 rak server Nvidia GB200 dari Aivres dengan kesepakatan senilaisekitar USD100 juta. Setiap rak-nya ini berisi 72 chip Blackwell dengan totalmencapai 2.304 GPU. 

Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan denganpusat data raksasa yang dibangun oleh raksasa AI seperti OpenAI dan xAI.Setelah itu, sumber menyebut bahwa Aivres terlebih dahulu mencarikan klienuntuk Indosat, yang tidak lain adalah INF Tech yang didirikan oleh Qi Yuan,warga negara Amerika kelahiran Tiongkok yang juga memimpin institut AI diUniversitas Fudan. 

Bahkan disebutkan bahwa pihak universitas turut hadir dalamnegosiasi antara INF Tech dan Indosat, meskipun INF Tech yang menandatanganikontrak. Setelah kontrak diteken, Indosat melanjutkan pembelian tersebut,dengan server-servernya telah terpasang di fasilitas mereka di Jakarta padaOktober 2025.