Jadwal Formula 1 dan WEC Terganggu Imbas Perang AS dan Iran

Uzone.id- Konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang bermula pada 28 Februari 2026 kemarin, kini mulai berdampak ke dunia olahraga motorsport internasional. Dua di antara olahraga motorsport yang terganggu jadwalnya adalah Formula 1 (F1) dan World Endurance Championship (WEC).
Wilayah Timur Tengah kini sedang menjadi zona panas karena banyaknya serangan militer di sejumlah wilayah, membuat situasi keamanan menjadi tak menentu.
Bahkan beberapa negara di Timur Tengah mulai menutup wilayah udaranya untuk menghindari korban berjatuhan, pada akhirnya mengganggu mobilitas tim dan kru balap.
Pengetesan Ban Pirelli Tertunda
Dampak langsungnya sudah terasa di Bahrain, di mana produsen ban Pirelli dijadwalkan melakukan tes ban basah di Sirkuit Internasional Bahrain bersama Mercedes dan McLaren. Kini agenda terpaksa batal karena alasan keselamatan.
Pirelli pun memastikan semua staf yang berada di Manama, Bahrain, dalam kondisi aman dan mengupayakan untuk dapat segera kembali ke Italia dan Inggris.
"Dua hari pengujian pengembangan untuk kompon basah yang dijadwalkan hari ini dan besok di Sirkuit Bahrain telah dibatalkan demi alasan keselamatan, menyusul situasi internasional yang terus berkembang," keterangan resmi Pirelli dikutip dariMotorsport.
"Seluruh personel Pirelli yang saat ini berada di Manama dalam kondisi aman di hotel masing-masing. Perusahaan sedang berupaya memastikan keselamatan mereka dan mengatur kepulangan ke Italia dan Inggris secepat mungkin," lanjut keterangan resmi Pirelli.
Logistik F1 Terganggu
Selain Pirelli, Paddock F1 yang sedang menuju Australia untuk seri pembuka musim juga ikut terganggu. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah membuat penerbangan harus dijadwalkan ulang.
Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Hamad di Doha termasuk yang terdampak dari penutupan wilayah udara ini.
"Dalam 48 jam terakhir kami harus melakukan sejumlah penyesuaian penerbangan," ujar bos GP Australia Travis Auld.
"Hal tersebut sebagian besar menjadi tanggung jawab Foruma 1. Mereka mengatur tim, pembalap, dan seluruh personel yang dibutuhkan agar ajang ini tetap berjalan. Jumlahnya sangat banyak," tuturnya.
Meski demikian, penyelenggara Grand Prix Australia memastikan seluruh tim dan pembalap tetap akan tiba tepat waktu, sehingga balapan di akhir pekan tidak terganggu.
"Sejauh pemahaman saya, semua kini sudah terkunci. Semua akan hadir tepat waktu untuk balapan dan para penggemar tidak akan merasakan perbedaan," sebut Auld.
Pihak F1 sejauh ini masih terus memantau perkembangan situasi, mengingat ada tiga seri balapan yang digelar dalam waktu dekat yakni di Australia, China, dan Jepang.
Sejauh ini, kalender balap F1 masih belum berdampak secara langsung, sehingga belum ada perubahan apapun.
Jadwal Balap WEC Bisa Terganggu
Berbeda dengan F1, WEC justru menghadapi tantangan yang lebih sulit karena seri pembuka musim dijadwalkan di Qatar pada akhir Maret.
Laporan mengenai ledakan di Doha yang tidak jauh dari lokasi Sirkuit Losail, membuat pihak WEC meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat.
Manajemen WEC juga menyatakan keselamatan pembalap, tim, dan penonton menjadi prioritas utama. Situasi akan terus dievaluasi setiap hari sebelum keputusan final diambil.
"Keselamatan dan keamanan para peserta, personel, serta penggemar adalah prioritas utama kami. Karena itu, manajemen FIA WEC terus menjalin komunikasi langsung dan intensif dengan otoritas terkait di Qatar," bunyi pernyataan WEC.
"FIA WEC mengadakan pertemuan rutin dengan otoritas Qatar terkait ajang Prologue dan Qatar 1812Km yang dijadwalkan pada 22-23 Maret dan 26-28 Maret," lanjutnya.