Jangan Skeptis dengan MacBook Neo, Performanya Ungguli MacBook Air M1

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-MacBook Neo jadi seri laptop dengan harga termurah yang pernah dijual oleh Apple. Tapi, lantaran ‘cuma’ ditenagai prosesor A18 Pro yang sebelumnya digunakan iPhone 16 Pro, banyak yang skeptis dengan performa laptop ini. 

Meski begitu, ternyata performa MacBook Neo masih bisa melampaui kinerja MacBook Air yang ditenagai prosesor Apple M1. Hal ini diketahui dari bocoran hasil benchmark MacBook Neo yang muncul di situs Geekbench.

Diketahui, MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro dengan CPU 6-core yang identik dengan iPhone 16 Pro. Namun di sisi grafis, GPU-nya minus satu core dibanding iPhone 16 Pro.

Dalam pengujian, MacBook Neo mencatatkan skorsingle-coredi angka 3.461 poin danmulti-core8.668 poin, sementara untuk pengujian grafisnya di Geekbench Metal, skornya mencapai 31.286 poin.



Sedikit penyesuaian pada GPU tersebut memang membuat skor Metal MacBook Neo sedikit di bawah iPhone 16 Pro. Tapi, saat dibandingkan dengan jajaran perangkat Mac yang sudah ada di pasaran, chip A18 Pro ini suguhkan performa mentah yang cukup bersaing.

Performamulti-corelaptop murah Apple ini terbukti mampu mengimbangi chip M1 pada MacBook Air keluaran tahun 2020. Performasingle-core-nya bahkan melesat meninggalkan chip M1, malah berhasil menempel ketat chip generasi yang lebih baru seperti M3 atau M4.


Sebagai gambaran, berikut ini daftar lengkap perbandingan skor benchmark MacBook Neo dengan jajaran perangkat Apple lainnya, seperti dikutip dariMacrumors:

  • iPhone 16 Pro:3.445 poin untuksingle-core, 8.624 poin untukmulti-core, 32.575 poin untuk Metal
  • MacBook Air M1:2.346 poin untuk single-core, 8.342 poin untuk multi-core, 33.148 poin untuk Metal
  • MacBook Air M4:3.696 poin untuk single-core, 14.730 poin untuk multi-core, 54.630 poin untuk Metal
  • iPad Air M3:3.048 poin untuksingle-core, 11.678 poin untuk multi-core, 44.395 poin untuk  Metal
  • iPad 11:2.587 poin untuk single-core, 6.036 poin untuk multi-core, 19.395 poin untuk Metal

Karakteristik performa tinggi pada pengujiansingle-coreini bukan tanpa alasan. Apple memang sengaja merancangnya agar pas dengan tipikal pengguna yang butuh perangkat sat setuntuk menunjang rutinitas harian, seperti browsing dengan banyak tab, mengetik, atau streaming video tanpangelag.

Sebaliknya, laptop ini tidak dirancang untuk diajak kerja berat, seperti editing video beresolusi tinggi, membuat musik, apalagi rendering 3D, yang sangat bergantung pada performamulti-corekelas atas.

Apple juga memosisikan MacBook Neo sebagai pesaing serius laptop berbasis Windows atau Chromebook di rentang harga yang sama.



Malah dalampress release-nya, Apple sampai menyebut bahwa MacBook Neo punya kinerja 50 persen lebih cepat untuk mengeksekusi tugas harian dibanding PC terlaris bertenaga Intel Core Ultra 5. 

Dan untuk aktivitas yang lebih berat, performanya bisa 3 kali lebih cepat saat memproses beban kerja berbasis AI on-device, dan 2 kali lebih ngebut saat dipakai mengedit foto. 

Harga dan ketersediaan


MacBook Neo menjadi laptop Apple paling murah saat ini dengan harga mulai dari USD599 atau sekitar Rp10,1 jutaan.

Laptop ini sudah bisa dipesan melalui sistem pre-order di 30 negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Unit MacBook Neo akan mulai tersedia di Apple Store dan jaringan reseller resmi pada Rabu, 11 Maret mendatang.

Kabar baiknya, MacBook Neo juga akan segera hadir di Indonesia. Laptop ini mungkin akan melenggang bersama MacBook Air M5, MacBook Pro M5 Pro, dan MacBook Pro M5 Max, yang lebih dulu dipastikan dirilis resmi di Indonesia.