Jumlah Utang Pinjol dan Paylater Masyarakat Indonesia Capai Rp117,52 T

Uzone.id –OJK mencatat utang pinjol masyarakat Indonesia capai Rp84,66 triliun per Juli 2025. Angka tersebut disampaikan langsung oleh Agusman selaku Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK
“Outstanding pembiayaan di Juli 2025 tumbuh 22,01 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp 84,66 triliun," ungkap Agusman, melansir dari berbagai sumber.
Agusman juga ungkap bahwa risiko kredit macet alias tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) masih dalam batas aman, yakni 2,75 persen per Juli. OJK mencatat pembiayaan layanan paylater tumbuh mencapai 56,74 persen secara tahunan menjadi Rp8,81 triliun.
Sementara itu, utang paylater masyarakat tercatat sebanyak Rp32,86 triliun per Juli. Angka tersebut terdiri dari penyaluran oleh perbankan Rp24,05 triliun dan perusahaan pembiayaan Rp5,62 triliun.
Catatan dari laporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), baki debet kredit paylater perbankan naik 33,56 persen yoy menjadi Rp 24,05 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, sebut bahwa jumlah rekening paylater perbankan per Juli sebanyak 28,25 juta.
Total, utang pinjol dan utang paylater masyarakat Indonesia capai Rp117,52 trilun.
Daerah dengan utang pinjol terbesar
Data per Februari 2025 mencatatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pinjol terbesar di Tanah Air. Total pinjol di Jawa Barat capai Rp20,23 triliun atau seperempat dari total pinjaman nasional yang kala itu dicatatkan sebesar Rp80,07 triliun.
Merangkum dari berbagai sumber, tingginya angka pinjol di Jawa Barat disebabkan oleh faktor seperti populasi yang padat, akses digital yang luas, serta terbatasnya ketersediaan kredit dari lembaga keuangan formal.
Kemudian, daftar dilanjut dengan DKI Jakarta yang mencatatkan total pinjaman sebesar Rp12,55 triliun. Selanjutnya, Jawa Timur dengan total Rp10,02 triliun dan Jawa Tengah dengan Rp6,7 triliun.
Sementara itu, Jawa Barat juga jadi daerah dengan pengguna paylater tertinggi di Tanah Air. Hal ini terungkap dari data yang dikeluarkan oleh PT Pefindo Biro Kredit yang menunjukkan bahwa mayoritas pengguna paylater per November 2024 berasal dari Jawa Barat, yakni sebanyak 27,87 persen.
Selanjutnya, posisi kedua diisi oleh Jawa Timur dengan 13,81 persen dari total pengguna, dan Jawa Tengah dengan 12,45 persen. Kota Jakarta sendiri berada di posisi keempat dengan 11,83 persen, dan Banten berada di posisi kelima dengan 7,62 persen.