Kasus Chromebook Berlanjut, Kejagung Dalami Keterlibatan Google

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Pasca penetapanNadiem Makarim–Mantan CEO Gojek dan Mantan Menteri Pendidikan sebagai tersangkapada awal September 2025, Kejaksaan Agung masih terus melakukan penelusuranterkait keterlibatan berbagai pihak dalam kasus pengadaan laptop Chromebook tersebut.

Salah satunya, Kejaksaan Agung masih mendalami soal kaitaninvestasi Google dengan kasus tersebut. Hal ini disampaikan oleh DirekturPenyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung RI, Nurcahyo Jungkung Madyo pada Sabtu,(06/09) lalu.

“Itu salah satu yang nantinya masih akan kami dalami,”katanya.




Sayangnya, Nurcahyo enggan menjelaskan lebih rinci mengenaikaitan antara investasi Google dengan kasus ini karena hal tersebut masih dalampenyidikan.

“Hal-hal terkait dengan penyidikan belum dapat kamisampaikan,” tambahnya.

Nurcahyo sendiri sempat menyebut bahwa pihak Google sebagaipengembang Chromebook sempat melobi Mendikbudristek sebelum Nadiem yaituMuhadjir Effendy untuk penggunaan Chromebook, namun lobi tersebut gagal.

Setelah Nadiem menjadi Menteri, ia pun melakukan beberapakali pertemuan dengan pihak Google untuk membicarakan soal penggunaanChromebook sebagai barang pengadaan untuk bahan ajar peserta didik.

Pertemuan ini diketahui dilakukan pada Februari dan April2020, kala itu Nadiem menemui Muriel Makarim dan Putri Ratu Alam yang menjadiperwakilan Google.

Sebelumnya, Google sendiri sempat beberapa kali disebutdalam proses penyidikan kasus pengadaan laptop Chromebook ini. 

Salah satu yang jadi sorotan adalah mengenai investasiGoogle ke Gojek yang disebut sebagai balas jasa proyek program DigitalisasiPendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook.

Pada bulan Juli 2025 lalu, Direktur Penyidikan Jaksa AgungMuda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar menyebut dari hasil penyelidikan,terdapat perjanjian co-investment sebesar 30 persen dari Google kepadaKemendikbud.




 Baru-baru ini, kuasa hukum Nadiem Makarim, HotmanParis Hutapea membantah soal keterkaitan investasi Google ke Gojek dengan kasusdugaan korupsi ini. Ia mengatakan bahwa investasi Google ke Gojek sendiri sudahdilakukan beberapa kali.

"Google itu investasi (ke Gojek) di tahun yang samadengan pembelian laptop (Chromebook). Tapi sebelumnya, Google sudah empat kaliinvestasi di Gojek dengan harga pasar. Jadi tidak ada kaitan sama sekali,"kata Hotman dikutip dari berbagai sumber.

Hotman juga mengungkapkan bahwa yang menjual perangkat TIKdalam pengadaan ini bukanlah Google melainkan vendor laptop. Namun, ia menyebutbahwa Google hanya memberikan tenaga ahli untuk membantu mengoperasikan laptopdengan ChromeOS.

Saat ini belum ada keterangan resmi mengenai keterlibatanGoogle dengan kasus pengadaan ini. Pihak Google yang sempat dipanggil sebagaisaksi pun menyatakan bahwa kegiatan instansi pemerintah untuk pengadaanChromebook dilakukan secara langsung dengan organisasi-organisasi tersebut,bukan dengan Google.