Kejagung Periksa Mantan CEO GoTo Soal Dugaan Korupsi Laptop Kemendikbud

Uzone.id— Kasus pengadaanlaptop Kemendikbudristek semakin melibatkan banyak nama. Usai melakukanpenggeledahan di kantor GoTo pada 8 Juli 2025 lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung)kini memanggil eks CEO PT GoTo Gojek Tokopedia, Andre Soelistyo pada Senin,(14/07).
Pemanggilan ini masih berkaitan dengan dugaan kasus korupsipada pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek pada tahun2020 lalu. Pemanggilan ini pun dibenarkan oleh Kapuspenkum Kejagung HarliSiregar.
Eks CEO GoTo ini diperiksa selaku Direktur PT Aplikasi KaryaAnak Bangsa semenjak Senin pagi. Update terakhir pada Senin siang, pemeriksaanterhadap Andre disebut masih terus berlangsung.
“Sedang diperiksa,” kata Harli kepada awak media,sebagaimana dikutip dariMetroTV News.
Sementara itu, belum ada informasi yang lebih rinci mengenaiagenda pemanggilan Andre Soelistyo dan keterlibatannya dalam kasus ini.
Andre Soelistyo sendiri sempat menjabat sebagai CEO Gojeksemenjak Desember 2015 hingga Oktober 2019. Lalu, ia menjabat sebagai Co-CEObersama dengan Kevin Aluwi, bersamaan dengan diangkatnya Nadiem Makarim sebagaiMenteri Pendidikan.
pada Mei 2021, Andre pun diangkat menjadi CEO GoTo Groupmulai Mei 2021 hingga Juni 2023. Andre sendiri sejatinya merupakan salah satutokoh kunci di balik penggabungan Gojek dan Tokopedia.
Sebelum pemanggilan eks CEO GoTo, Kejagung sudah lebih dulumendatangi dan menggeledah kantor GoTo (Gojek Tokopedia) untuk pemeriksaanlebih lanjut.
Penggeledahan ini dilakukan pada Selasa, 8 Juli 2025 dandibenarkan oleh Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar.
“Beberapa waktu yang lalu, kalau tidak salah di tanggal 8(Juli 2025), penyidik benar telah melakukan serangkaian upaya penggeledahan disalah satu tempat (GoTo),” katanya kepada awak media, dikutip dari berbagaisumber.
Penggeledahan ini dilakukan terkait pencarian bukti kasuskorupsi proyek pengadaan laptop Chromebook yang menelan biaya Rp9,9 triliun.
Hasilnya, beberapa dokumen dan barang-barang elektronikseperti flashdisk di kantor tersebut diambil oleh penyidik. Sayangnya, tidakdirincikan berapa banyak dokumen dan barang apa saja yang diambil oleh pihakKejagung.
Harli menyebut bahwa barang-barang tersebut akan disitauntuk keperluan penyelidikan kasus laptop Chromebook yang menyeret nama NadiemMakarim yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Periode 2019-2021.