Kemenperin Minta Xiaomi Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Uzone.id- Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Xiaomi dengan meminta perusahaan asal China tersebut memproduksi tablet dan mobil listrik di Indonesia.
Xiaomi merupakan perusahaan teknologi yang dikenal dengan produk smartphone, tablet, dan beberapa device rumahan lainnya. Namun perusahaan yang satu ini juga baru saja terjun ke industri otomotif dengan meluncurkan SU7.
Ternyata hal ini menjadi topik utama saat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan manajemen Xiaomi Communicationas Co., Ltd. bertemu di Shanghai, China.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Instagram resmi Kementerian Perindustrian (@kemenperin_ri) mengatakan adanya potensi kolaborasi pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari perluasan investasi Xiaomi di Indonesia.
"Langkah ini diyakini akan membuka lapangan kerja, mempercepat transfer teknologi, dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri," ujar Agus dikutip dari Instagram @kemenperin_ri.
Sayangnya belum ada keterangan apapun dari pihak Xiaomi terkait kolaborasi tersebut, namun sejauh ini mobil listrik mereka yakni SU7 memang belum dipasarkan di Indonesia.
Perlu diketahui, Xiaomi SU7 merupakan mobil listrik pertama dari Xiaomi yang meluncur pada 28 Maret 2024 di Beijing, China.
Xiaomi SU7 masuk ke segmen sedan listrik yang ditawarkan dalam empat varian yakni SU7, SU7 Pro, SU7 Max, dan SU7 Ultra.
Dengan desain yang terinspirasi dari Porsche dan Tesla, Xiaomi yakin mobil listriknya bisa diterima masyarakat secara global dan bermimpi tinggi untuk bisa mengalahkan mobil-mobil mewah di dunia.
Di atas kertas, Xiaomi SU7 dibekali baterai 73,6 kWh dengan tenaga 299 dk, klaim mereka bekal tersebut membuat mobil melaju hingga jarak 700 kilometer.
Sementara untuk SU7 Pro dibekali baterai CATL Shenxing berkapasitas 94,3 kWh dengan daya jangkau 830 Km (berdasarkan CLTC).
Terakhir, Xiaomi SU7 Max Performance, dibekali baterai berkapasitas 101 kWh, dengan jarak tempuh sejauh 800 Km.
Di China, Xiaomi SU7 dibanderol mulai 215.900 yuan atau Rp473 juta untuk tipe Standar, sedangkan untuk tipe Pro dijual 245,900 yuan atau sekitar Rp539 juta. Dan untuk Performance dijual 299,900 yuan atau Rp658 juta.