Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Cepat Turun? Ini Penyebabnya

pada dalam 2 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Mobil listrik memang sedang ramai di Indonesia, namun di pasar bekas ini sedikit berbeda. Penyebabnya adalah depresiasi yang masih tinggi, kira-kira kenapa bisa begitu?

Agung Iskandar selaku Direktur OLXmobbi mengatakan pasar mobil listrik bekas akan terus bertumbuh, mengingat di pasar mobil baru terus bertambah.

"Di segmen listrik, ada pertumbuhan, cuma belum terlalu banyak. Namun kita lihat, ini akan terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan mobil barunya," ujar Agung di Jakarta, beberapa hari lalu.

"Hanya ada lag time, kita berharap tahun depan, jumlah mobil listrik (di pasar mobil bekas) akan tumbuh," lanjutnya.




Namun Agung meyakini volume mobil listrik bekas tidak bisa langsung banyak seperti mobil konvensional, karena depresiasi yang masih tinggi.

"Kenapa seperti itu? Karena depresiasi mobil listrik masih tetap besar. Dan selama fenomena keluar (model) baru, lebih bagus, lebih murah, jalan terus, enggak banyak orang rela cepat-cepat jual mobil listrik," ungkapnya.

Menurut Agung, pembeli mobil listrik punya mindset seperti membeli smartphone. Mobil listrik akan terus dipakai dalam jangka panjang sampai benar-benar rusak.





Kondisi seperti ini yang membuat jumlah mobil listrik bekas sangat sedikit dan sulit bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

"Menarik untuk kita lihat lebih jauh, itu at least hanya internal forecast kita bahwa pengguna mobil listrik biasa mencoba untuk memakai lebih lama (daripada) kebanyakan mobil bekas non-listrik," pungkasnya.

Perlu diketahui, depresiasi mobil listrik di Indonesia bisa mencapai puluhan juta sampai ratusan juta hanya dalam kurun waktu pemakaian yang singkat.




Bahkan dari catatan pantauan Uzone.id dari situs resmi jual beli mobil bekas OLX, terdapat beberapa model yang mengalami penurunan harga setengah dari harga baru.

Hyundai Ioniq 5 2023 tipe Signature Long Range ditawarkan dengan harga pembuka Rp460 juta. Padahal harga Ioniq 5 dengan tipe yang sama dan dalam kondisi baru, harganya tembus Rp844,6 juta.

Masih dari website serupa, ada yang memasarkan mobil listrik Kia EV6 GT Line lansiran 2023 dengan harga pembuka Rp775 juta. Padahal harga mobil listrik asal Korea Selatan tersebut, barunya mencapai Rp1,349 miliar.

Contoh lainnya ada mobil listrik Wuling Air ev tahun 2023 varian Long Range yang ditawarkan pelapak dengan harga pembuka Rp155 juta. Padahal saat diperkenalkan 2013 lalu, versi ini dijual Rp299,5 juta.