Kenapa Harga Oli Naik? Base Oil Langka dan Dolar AS Melonjak

Uzone.id- Bukan cuma harga bensin saja yang naik, tapi harga oli atau pelumas di Indonesia juga ikutan merangkak naik. Penyebabnya adalah kondisi geopolitik global yang lagi panas, alhasil pasokan bahan baku jadi ikut-ikutan tertekan.
Salah satu merek yang merasakan dampak ini adalah TOP 1. Mereka jujur mengakui, penyesuaian harga ini mau tidak mau harus dilakukan.
“Terkait dari kondisi geopolitik tentu penyusaian harga sayangnya tidak bisa dihindari. Jadi karena selain kita kendala masalah harga juga terjadi kelangkaan dalam hal bahan baku,” kata Rahman Rahadian, Head of Sales Division TOP 1, dikutip dariGridOto.
Pria yang akrab disapa Oky ini menjelaskan, produk mereka saat ini sudah mengalami kenaikan harga sekitar 15 persen. Parahnya lagi, Oky memprediksi harga tersebut akan kembali melambung dalam waktu dekat.
"Kemungkinan besar dalam satu atau dua bulan ke depan kami masih harus meningkatkan (harga) lagi sekitar 15-20 persen,” ungkapnya.
Oky menambahkan, tekanan kenaikan harga ini sebenarnya dirasakan oleh seluruh pemain industri pelumas. Karena harga bahan baku secara umum naiknya gila-gilaan, bisa lebih dari 50 persen.
“Karena sebenernya secara umum harga bahan baku secara umum itu (kenaikannya) bisa lebih dari 50 persen, dan itu dialami oleh semua pelaku, semua merek sebenernya,” jelasnya.
Menurut Oky, bahan baku utama yang sedang langka adalah base oil, bukan kandungan aditif. Kalau untuk aditif, masalah utamanya adalah kurs Dolar AS yang melonjak.
“Kalau aditif itu lebih karena masalah (kurs) US-nya," paparnya.
Hal Senada juga disampaikan oleh Rika Gresia Wahyudi selaku Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants.
Rika membenarkan adanya penyesuaian harga pelumas di pasar dengan skala kenaikan berbeda-beda untuk setiap seri produk.
"Ada penyesuaian harga, namun besarannya berbeda-beda untuk tiap serinya. Rata-rata kenaikan untuk pelumas sebesar 17% untuk seluruh seri," ujar Rika dikutip dariKontan.
Rika berpendapat kondisi global berdampak multidimensi terhadap industri pelumas, termasuk pada stok bahan bakunya.
Harga pelumas sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor dari bahan baku, pasokan, hingga dinamika pasar domestik.
"Situasi global saat ini menyebabkan dampak multidimensi yang salah satunya adalah ketersediaan bahan baku pelumas. Sementara itu harga pelumas dipengaruhi berbagai faktor, antara lain ketersediaan dan harga bahan baku serta dinamika pasar domestik industri pelumas," jelasnya.
Dengan melakukan penyesuaian harga, Pertamina Lubricants memastikan produk pelumas mereka punya kualitas yang tetap terjaga untuk kebutuhan konsumen ataupun industri.
Pertamina Lubricants juga mengimbau, agar masyarakat membeli pelumas melalui outlet dan saluran resmi guna menghindari produk palsu yang beredar di pasaran.
Mengingat dengan naiknya harga pelumas, membuat produk oli palsu menjadi lebih mudah masuk ke pasar dengan banderol yang masih normal.