Ketika Anak Muda Lebih Milih Habiskan Liburan bareng AI, Ini Buktinya

Uzone.id— Sebuah laporan dariKaspersky menunjukkan bahwa hubungan AI dan manusia semakin dekat bahkan AIsampai ‘diajak’ untuk menghabiskan waktu liburan bersama.
Dalam survei yang melibatkan Generasi Z dan Milenialmenunjukkan bahwa 74 persen dari mereka berencana untuk memasukkan AI keaktivitas liburan mereka.
Bahkan Kaspersky menemukan peran baru yang dilakukan olehAI, dimana mereka menjadi pendamping virtual yang mampu menawarkan bantuansecara emosional bagi penggunanya.
Anak-anak muda di Indonesia misalnya, banyak dari merekamenggunakan ChatGPT dan aplikasi sejenis untuk curhat saat waktu-waktu liburan.
Secara global, 29 persen dari Gen Z dan milenial yangmenggunakan AI selama liburan mempertimbangkan untuk berbicara dengannya ketikamereka merasa tidak bahagia. Pengguna di Indonesia bahkan memiliki persentaselebih tinggi untuk hal ini dengan angka mencapai 31 persen.
Ini artinya, pengguna muda di Indonesia banyak curhatmengenai kondisi mereka kepada ChatGPT bahkan saat momen-momen liburan yangseharusnya menjadi momen berkumpul bersama keluarga.
Penemuan survey ini cukup seragam dengan laporan dari TheEconomist dimana 25 persen dari pengguna lebih nyaman mengobrol dengan chatbotAI untuk mendapat dukungan kesehatan mental.
Selain itu, keterlibatan AI saat mereka liburan juga beragamdan tidak hanya menjadi ‘teman bersedih’ saja, ada yang jadi asisten keuanganhingga menjadi jadi asisten masak.
Lebih dari separuh peserta survei menggunakan AI untukmencari resep (56 persen) atau restoran sepanjang liburan, sementara itusebanyak 54 persen juga menggunakan AI untuk mencari tahu soal akomodasi saatberlibur ke tempat tertentu.
Gak cuma itu, sebanyak 50 persen pengguna juga menggunakanAI untuk jadi penasehat, dimana mereka meminta rekomendasi soal ide kado untukkerabat, cara merayakan liburan, hingga bertanya soal dekorasi untuk Natal dantahun Baru.
Tak sedikit dari mereka juga meminta AI untuk memberikan idetentang cara menghabiskan waktu luang selama liburan.
Saat momen-momen ini, AI terbukti memiliki peran yang cukupbanyak bagi anak-anak muda. Mulai dari perencana anggaran hingga asistenbelanja untuk membuat daftar belanja, mencari penawaran terbaik, hinggamenganalisa ulasan di toko-toko tertentu.
Beda dengan anak muda, AI tidak terlalu banyak dilibatkandalam keseharian orang yang lebih tua, dimana hanya 31 persen orang berusia 55tahun ke atas yang melibatkan AI untuk mengatur pengeluaran mereka.
Namun, terlepas dari kenyamanan pengguna untuk mengobroldengan AI, perlu dipahami bahwa sebagian besar chatbot dimiliki oleh perusahaankomersial dengan kebijakan pengumpulan dan pemrosesan data mereka sendiri.
“Penting untuk diingat bahwa mereka belajar memberikanjawaban dari data, yang sebagian besar bersumber dari Internet, artinya merekarentan untuk mengulang kesalahan dan bias dari teks yang digunakan untukpelatihan,” kata Vladislav Tushkanov, Manajer Grup Kaspersky AI TechnologyResearch Center.
Oleh karena itu, perlu untuk meninjau kembali privasichatbot AI yang digunakan sebelum memulai percakapan, mulai hindari berbagiinformasi yang sangat pribadi, identitas, atau keuangan dengan chatbot AI dangunakan AI yang punya rekam jejak privasi dan keuangan yang kuat.