Ketika K-Pop Fandom Menjadi Sangat Besar

pada 9 tahun lalu - by
Advertising
Advertising

Sebuahfandomadalah seperti sebuah keluarga yang memiliki ketertarikan bersama. Idola. Ya, buat pecinta K-POP pasti sudah kerap mendengar dan familiar dengan nama fandom. Seperti Mamamoo memiliki MooMoo, BTS memiliki Army, EXO memiliki EXO-L, Big Bang memiliki VIP hingga IU memiliki Uena. Kita semua paham bahwa semua orang memiliki opini dan kesukaan terhadap seorang member dari salah satu grup ataupun ke pada suatu grup. Bahkan sebuah fandom biasa memberikan usaha yang maksimal untuk bisa memberikan gift hingga mati-matian untuk bertarung menonton konser sang idola. 

Dengan berkembangnya teknologi digital, kita kerap menggunakan sosial media untuk menjadi wadah berinteraksi dengan para idola kita. Apalagi, sekarang sudah begitu luas seperti ada Instagram hingga VLIVE. Dimana sekarang kehidupan grup kesukaan kita sudah menjadi salah satu bagian dari hidup kita. Sepertinya 24/7 tidak cukup untuk kita menonton semua video yang mereka broadcast. 

Apalagi yang paling menjadi sorotan adalah yang kita sebut 'stan twt'. Menggunakan platform twitter untuk berhubungan langsung dengan parafanaccountdan beberapathreadyang membagikan berbagaiteaser, inverstigasi terbaru dan berbagai teori mengenai album dan lagu dari artis favorit. 

 

Lalu, masalahnya dimana? 

When the hateful threads are all over the social media towards a group made by one fandom. 

 

It's a problematic situation, memang semua orang akan sepaham dengan kesukaan kita.Haters are gonna hate, kalau kata Taylor Swift. Tetapi, ketika hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang sensitif seperti keluarga, kesehatan mental, figur, bahkan anggota keluarga yang anggota yang sudah tiada juga diejek,don't you think it's going overboard? 

If it's about skill,tidak semua orang lahir dengan bakat yang luar biasa dalam suatu badan manusia. That why people are debuted in a group.Karena mereka melengkapi satu sama lain. Big Bang memiliki self-produced skillyang luar biasa, EXO memiliki vocal lineluar biasa, BTS memiliki keterampilanself-composed skill danentertaineryang membuat kita adiktif, bahkan Mamamoo dengan suara yang luar biasa mereka.Above of all that, they work so hard to be on their position now. Dan kita harus melihat dari perspektif yang lebih netral dan tenang. 

It's not healthy.Para grup K-Pop yang kita lihat sekarang menjadi sukses tidak akan berhasil tanpa dukungan para fans, tetapi betapa menyedihkan jikafanwarini menjadi kelewat batas hingga memberikan petisi untuk melakukan hal yang tidak masuk akal. Seperti memberikan death threatsaat konser atau menggagalkan sebuah acara oleh suatu grup atau fandom lain. 

They are all just human.Kita pun juga manusia. Terkadang sebelum kita memberikanhateful remarksterhadap para 'bias'orang lain, bukankah lebih baik kita sendiri berkaca dengan apa saja yang telah kita lakukan dengan hidup kita. Apakah kita berhak untuk memberikanhateful remarkskelewat batas dengan melihat refleksi diri kita sekarang? Apakah kita sudah sehebat mereka dalam menggapai mimpi kita? Mereka telah bertahun-tahun menjaditraineedan bahkan bekerja memproduksi hiburan yang menarik hingga jatuh sakit untuk memberikan kita tawa dan musik yang kita senangi.Just let other fandom lives their life with their favorite group, appreciate other groups who achieved a bigger recognition, respect groups that give the best performance for their fans. 

 

Para idol itu juga manusia biasa seperti kita dan bayangkan mereka harus hidup dan tumbuh dewasa penuh dengan insecuritiesyang dibuat olehsociety. 

 

The whole fandom thingy is another form that makes ones happy. Whoever it is. 

 

Tanpa harus menyisihkan satu anggota pun dalam suatu grup,insteadwe need to support all of them

Tanpa harus menyinggung siapa-siapa,we need to be considerate towards each other too as a fandom

Ingat untuk menggunakan suara, opini dan media sosial kita dengan bijaksana, ya.