Kominfo Minta Facebook Hapus Kuis dan Aplikasi Pengumpul Data Pengguna

pada 6 tahun lalu - by

Setelah terungkap ada 1 juta pengguna Facebook di Indonesia yang diambil datanya oleh perusahaan analisis Cambridge Analytica, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara langsung memanggil perwakilan raksasa media sosial tersebut ke Gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (5/4).

Setelah pertemuan yang diselenggarakan sekitar pukul 17.00 WIB itu, Rudiantara memaparkan beberapa hasil diskusinya dengan perwakilan Facebook. Pertama, Rudiantara meminta Facebook untuk menghapus aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang mengambil data pengguna.

"Kami meminta Facebook sesegera mungkin men-shutdownaplikasi-aplikasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, terutama yang berkaitan dengan kuis-kuispersonality testmodel Cambridge Analytica. Dimatiin dulu, jangan boleh di Indonesia," ujar Rudiantara, saat ditemui selepas pertemuan tersebut.

Itu dikarenakan, kebocoran data yang terjadi dalam skandal Cambridge Analytica ini disebabkan oleh aplikasi pihak ketiga yang diam-diam mengumpulkan data pengguna. Rudiantara meminta Facebook untuk mengikuti permintaan Kominfo ini dan juga mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, Rudiantara juga mengimbauplatformmedia sosial yang ada di Indonesia harus taat juga pada aturan UU ITE.

Apabila tidak patuh, Rudiantara memperingatkan ada sanksi-sanksi yang bisa diberikan kepada Facebook, mulai dari sanksi administrasi, sanksi hukuman badan sampai 12 tahun, dan sanksi denda sampai Rp 12 miliar.

"Kalau sanksi hukuman badan maupun denda saya sudah koordinasi dengan Kapolri untuk menyiapkan proses selanjutnya. Walaupun ini bukan delik aduan karena hukuman badannya di atas 5 tahun, jadi ini dibikin delik umum," papar Rudiantara.

Dari pihak perwakilan Facebook,platformmedia sosial tersebut berjanji akan terus melakukan audit aplikasi pihak ketiga serta berkoordinasi dengan Facebook pusat di AS dan juga Kominfo. Namun, mereka belum bisa memberikan kepastian kapan bisa selesai.

"Untuk 1 juta pengguna (di Indonesia yang datanya bocor) itu begini, tujuan utama Facebook adalah ingin memberikan rasa aman bukan hanya di Indonesia, seperti yang sudah dibilang CEO (Mark Zuckerberg), kami akan menginformasikan pengguna kalau mereka kena, kalau kalian belum menerima berarti alhamdulilah belum kena," jelas Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari.

Ruben mengatakan akan terus memberikanupdateterbaru mengenai audit yang mereka lakukan kepada Kemkominfo ke depannya.