Layar Pintar Gratis di Sekolah, Koneksi Internet Aman?

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id –Komdigi melalui Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) memastikan perannya dalam penyediaan akses internet untuk program penyebaran layar digital pintar.

Pada Agustus 2025 lalu, Presiden Prabowo telah mengumumkan rencananya untuk menyebar perangkat smart screen ke sekolah di seluruh Indonesia, termasuk sekolah pelosok.

Namun, seperti yang diketahui, penyebaran internet di Indonesia sendiri belum merata, terutama di daerah 3T. Sehingga banyak yang meragukan efektivitas program ini.




Sejauh ini, BAKTI telah membangun 6.700 BTS dan 28.000 titik akses internet.Titik internet tersebut dipasang untuk sekolah, rumah, sakit, kantor desa, hingga ruang pelayanan publik.

Komdigi menjelaskan, dukungan koneksi internet untuk layar digital pintar tersebut akan memanfaatkan titik-titik akses yang sudah ada.

“Nah, kalau misalnya ada titik-titik baru yang diperlukan, kita ada dua pendekatan. Pertama melakukan relokasi dari hal-hal yang tadi mungkin sudah bisa mandiri, nggak perlu lagi disupport oleh BAKTI, maka ini akan direlokasikan,” ungkap Ismail, Sekretaris Jenderal Komdigi, Jumat (19/9).

Berdasarkan masukan dari Kemristekdikti dan Kemendikdasmen, Komdigi juga akan lebih fokus mendukung koneksi internet di sekolah setingkat SMA ke bawah. Hal ini disebabkan karena mayoritas kampus besar sudah memiliki akses internet yang mandiri.

“Kita lebih banyak supportnya di SMA ke bawah karena kampus ini kan sebagian besar sudah mandiri. Nah, untuk yang SMA ke bawah ini itu titiknya sudah ada sekarang. Dengan anggaran yang tersedia sekarang, kita melakukan posisi relokasi dan penambahan untuk yang sifatnya prioritas,” kata Ismail.

Ia melanjutkan, “jadi, tidak ada kata-kata bahwa semua smart screen itu Komdigi akan siapkan titik aksesnya. Karena smart screen ini diberikan yang titik akses yang sudah ada, jadi beririsan halnya seperti itu. Bukan sebuah titik baru yang harus dibangun, kasih smart screen, itu nggak.”





Tujuan dari program penyebaran layar digital pintar ini sendiri adalah untuk pemerataan pendidikan dan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di seluruh Indonesia.

Prabowo mengklaim bahwa layar digital pintar ini dapat digunakan di sekolah untuk menyajikan materi pelajaran berkualitas, termasuk dalam bentuk animasi.

Teknologi ini juga disebut sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan guru, terutama di wilayah terpencil.

Nantinya, pemerintah akan menyeleksi 20 hingga 30 guru terbaik di setiap mata pelajaran untuk mengajar langsung dari studio pusat, sehingga dapat diakses oleh seluruh kelas di Indonesia. Perangkat ini juga akan dilengkapi kamera untuk pemantauan langsung dari pusat.