Lelang Spektrum 700 MHz Dimulai, Internet Makin Kencang?

pada 13 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Persaingan memperebutkan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memasuki babak baru. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan seluruh peserta, yakni Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, lolos tahap evaluasi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap lelang harga yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026.

“Masa sanggahan atas Hasil Evaluasi Administrasi Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz telah resmi ditutup pada hari Senin, 29 Juni 2026, pukul 15.00 WIB. Hingga batas waktu tersebut, Tim Seleksi mengonfirmasi bahwa tidak ada peserta seleksi yang mengajukan sanggahan,” tulis pihak Komdigi melalui situs resminya.

Mereka melanjutkan, “dengan tidak adanya sanggahan, Tim Seleksi menetapkan bahwa seluruh Peserta Seleksi yang sebelumnya dinyatakan lulus evaluasi administrasi berhak melaju ke tahapan selanjutnya, yaitu Lelang Harga. Proses Lelang Harga ini akan dilangsungkan secara daring menggunakan sistem e-Auction yang akan dimulai pada hari Selasa, 7 Juli 2026.”





Bagi masyarakat, kabar ini mungkin terdengar seperti urusan bisnis operator semata. Namun, hasil lelang nantinya justru akan menentukan seperti apa perkembangan jaringan seluler di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk layanan 5G.

Apa saja dampaknya bagi pengguna?


Ilustrasi foto: James Yarema/Unsplash


Jaringan 5G berpotensi semakin luas

Spektrum frekuensi merupakan "jalan raya" yang digunakan operator untuk mengirimkan data internet. Semakin banyak spektrum yang dimiliki, semakin besar pula kapasitas jaringan yang bisa disediakan.

Dalam lelang kali ini, salah satu spektrum yang diperebutkan adalah pita 700 MHz. Frekuensi ini dikenal sebagai low band yang memiliki jangkauan luas dan mampu menembus bangunan dengan lebih baik dibandingkan frekuensi yang lebih tinggi.

Artinya, jika nantinya operator memperoleh tambahan spektrum 700 MHz, perluasan cakupan 5G ke lebih banyak wilayah berpotensi berlangsung lebih cepat, termasuk ke daerah yang selama ini belum menikmati layanan 5G secara optimal.





Internet lebih stabil di wilayah padat

Selain 700 MHz, Komdigi juga melelang spektrum 2,6 GHz. Berbeda dengan 700 MHz yang unggul dari sisi cakupan, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang jauh lebih besar.

Frekuensi ini cocok digunakan di kawasan dengan kepadatan pengguna tinggi seperti pusat kota, kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, hingga stadion.

Dengan tambahan spektrum tersebut, operator memiliki ruang lebih besar untuk mengurangi kepadatan trafik jaringan sehingga kualitas internet dapat menjadi lebih stabil ketika digunakan banyak orang secara bersamaan.

Pengalaman streaming dan gaming bisa lebih baik

Penambahan spektrum juga berpotensi meningkatkan kualitas berbagai layanan digital yang membutuhkan koneksi berkapasitas besar.

Mulai dari streaming video beresolusi tinggi, cloud gaming, video conference, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) akan mendapat manfaat apabila operator mampu mengoptimalkan spektrum baru tersebut.



Meski demikian, peningkatan pengalaman penggunaan tidak akan langsung dirasakan setelah proses lelang selesai. Operator masih harus membangun dan mengoptimalkan jaringan sebelum layanan dapat dinikmati pelanggan secara luas.

Meski terdengar menjanjikan, pengguna tidak bisa berharap internet akan langsung berubah begitu lelang selesai.

Tahapan yang baru akan berlangsung pada 7 Juli nanti masih berupa lelang harga untuk menentukan operator pemenang. Setelah itu, operator perlu menjalani proses penetapan, memperoleh izin penggunaan spektrum, melakukan konfigurasi jaringan, hingga menambah perangkat di lapangan.

Karena itu, dampaknya baru akan terasa secara bertahap dalam beberapa bulan hingga tahun ke depan, bergantung pada strategi investasi masing-masing operator.