Lesunya Investasi Startup RI, Efek Maraknya Kasus?

pada 10 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Startup Indonesiasaat ini mengalami masa-masa yang bisa dibilang suram. Selain karena ekonomiyang memang dalam kondisi yang menantang, beberapa startup lokal juga mengalamikasus-kasus yang bikin investor mulai berpikir ulang untuk investasi di Indonesia.

Gundy Cahyadi, Research Director Prasasti melihat bahwainvestasi ke Indonesia semakin surut pasca Covid-19 karena adanya konsolidasi. Para investor mulai melihat keuntungan yang mereka dapat tidak sebandingdengan apa yang mereka harapkan.

“Makanya itu kita melihat di dua tahun terakhir, terjadiadanya, boleh dibilang tech winter atau apalah itu,” katanya dalam acaraPeluncuran Riset Ekonomi Digital Prasasti, Selasa, (12/08).






Di saat yang bersamaan, startup Indonesia yang tadinyamoncer kini banyak tersandung kasus–bahkan sampai berhenti beroperasi. Yangterbaru adalah kasus eFishery yang menyebabkan startup unicorn tersebut beradadi ujung tanduk.

Gundy melihat bahwa kasus-kasus ini seakan menjadi ‘citra’startup ekosistem di Indonesia.

“Memang di saat bersamaan, kita juga tahu di Indonesia adabeberapa startup yang desas-desusnya memang gak baik ya. Itu juga menjadi citraterhadap startup ekosistem di Indonesia. Walaupun kita juga mesti ingat bahwaini merupakanisolated cases,”kata Gundy.





Meski terlihat lesu dan ‘babak belur’, Gundy menjelaskankalau kondisi-kondisi di atas tidak serta merta membuat investor langsung kaburdari Indonesia. Ini justru menjadikan investor lebih hati-hati lagi dalamberinvestasi.

“Funding-fundingtetap ada ke beberapa startup yangsebenarnya dibilang cukup baik, yang tata kelola atau governance-nya masih ada,menurut kami itu yang penting ke depan bahwa governance ditingkatkan,” ujarnya.





Ia melanjutkan, “Karena mungkin masuk awalnya terlalubanyak, mereka sekarang konsolidasi, sekarang kita lebih normal.Maybe thisis a good thing after all. Karena investor juga lebih hati-hati, masukuangnya lebih realistis, dia punya ekspektasi profit,lebih hati-hati juga,lebih selektif.”

Sepinya investasi ke startup-startup lokal ini memangterlihat buruk di permukaan, namun Gundy menyebut bahwa ini justru menjadi halyang positif untuk ekosistem secara luas.

On the surfacememang kelihatannya buruk sekali,mungkin kalau kitadeep divelebih dalam,this could be a good thingfor Indonesia ecosystem as a whole,” tambahnya.

Terlepas dari itu, saat ini tingkat potensi Indonesia untukdi sektor digital economy masih sangat tinggi. Laporan dari Prasasti Center forPolicy Studies (Prasasti) menyebut bahwa sektor ekonomi digital berpotensimempercepat indonesia dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen,termasuk membuka lapangan kerja.