Lupakan Janji, Menperin Tegaskan Tak Ada Insentif Motor Listrik 2026

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Seperti melupakan janji di tahun 2025, kini pemerintah melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menegaskan tak memberikan insentif untuk pembelian sepeda motor listrik di tahun 2026 ini.

Padahal insentif ataupun subsidi motor listrik sudah tidak lagi diberikan kepada masyarakat sejak kuartal keempat tahun 2024 lalu.

Bahkan subsidi motor listrik yang dijanji-janjikan pada 2025 pun tak kunjung turun hingga periodenya berakhir. Setiap wartawan mendapat kesempatan bertemu pihak pemerintah pun, mereka hanya melempar bola di berbagai instansi.

Janji-janji ini tentu berdampak ke industri, mereka tidak selalu mengharapkan bantuan pemerintah, tetapi setidaknya harus ada kepastian sejak satu tahun lalu.



Karena nihilnya kepastian dari pemerintah terkait subsidi motor listrik, membuat industri bingung untuk berstrategi, dan masyarakat pun menunda untuk membeli biar enggak rugi.

Kini keputusan dari Menperin Agus Gumiwang seolah sudah mutlak dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti kondisi fiskal negara, termasuk perhitungan biaya dan manfaat.

Alhasil insentif motor listrik tidak masuk sebagai usulan utama insentif sektor otomotif kepada Kementerian Keuangan.

"Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi, lebih bermanfaat bagi perekonomian keseluruhan," ujar Agus dikutip dariKompas.com.





Agus berharap kepastian ini bisa mengakhiri spekulasi, sehingga industri maupun masyarakat bisa bergerak tanpa menunggu-nunggu lagi.

Meski tak diberikan insentif, Agus mengaku perkembangan ekosistem motor listrik masih menjadi perhatian jangka panjang oleh pemerintah.

Bahkan Agus kembali memberikan harapan kalau insentif bisa kembali muncul pada 2027. Namun masih bergantung pada hasil evaluasi lanjutan dan kondisi fiskal ke depan.

Melihat pernyataan dari pemerintah terutama Menperin terkait insentif ataupun subsidi motor listrik seperti melihat ABG yang baru puber. Di mana semuanya berganti-ganti dan memberi harapan lagi.



Industri motor listrik Indonesia sudah cukup babak belur dengan ketidak pastian pemerintah. Tercatat di tahun 2024, penjualan motor listrik mampu mencapai 77.078 unit saat ada subsidi.

Namun di 2025 saat tidak adanya kepastian mengenai subsidi motor listrik, masyarakat pun menunggu keputusan pemerintah dan menunda untuk membeli.

Alhasil di tahun 2025 berdasarkan data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) KBLBB yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, tercatat motor listrik di Indonesia terjual sebanyak 55.059 unit.