Mahal dan Banjir Kritik, Nyatanya Ferrari Luce EV Tetap Diminati

pada 4 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Walau dicibir banyak pihak dan dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal dari banyak mobil listrik keluaran terbaru saat ini, minat konsumen terhadap Ferrari Luce EV tetap tinggi. Di Thailand misalnya, pemesanan supercar listrik pertama Ferrari itu disebut-sebut terus meningkat. 

Ferrari Luce EV masuk ke Thailand melalui Cavallino Motors selaku mitra resmi Ferrari di negara tersebut. Mobil listrik ini diperkirakan dijual dengan harga 33,84 juta baht atau sekitar Rp18,3 miliaran.

Bukan saja lebih tinggi dari rata-rata harga mobil listrik saat ini, harga Ferrari Luce EV di Thailand pun jauh lebih mahal dibandingkan banderolnya di Eropa yang berada di kisaran 550 ribu euro atau setara Rp11,3 miliaran. Meski begitu, harga yang lebih mahal tidak membuat calon konsumen di Thailand mundur.


Belum ada angka resmi terkait jumlah pemesanannya. Namun, seperti dilaporkanThe Nation Thailand, dikutip pada Sabtu (20/6), permintaan terhadap Ferrari Luce EV terus meningkat dari hari ke hari sejak dibuka pada bulan lalu. Padahal, konsumen juga sudah diinfokan bahwa pengiriman unitnya akan dimulai pada akhir 2027 nanti.

Ferrari Luce EV panen cibiran


Daya tarik mobil ini memang tidak hanya datang dari logo kuda jingkrak di bagian depan. Ferrari Luce EV juga menjadi tonggak penting bagi pabrikan asal Maranello, karena menjadi mobil listrik pertama yang mereka produksi.

Secara konsep, Luce EV cukup berbeda dari Ferrari yang selama ini dikenal banyak orang. Mobil ini bukan supercar dua pintu bermesin konvensional, melainkan mobil listrik empat pintu dengan konfigurasi lima penumpang.

Ferrari juga mengambil pendekatan desain yang lebih berani. Luce EV dirancang bersama LoveFrom, perusahaan desain yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson, dua nama yang sebelumnya dikenal sebagai mantan desainer Apple.

Hasilnya, tampilan Ferrari Luce EV terasa lebih minimalis dan futuristis. Namun, pendekatan ini kemudian memicu perdebatan, karena sebagian penggemar menilai desainnya terlalu jauh meninggalkan karakter Ferrari yang identik dengan supercar agresif.

Bahkan, mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo hingga Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini disebut kurang sreg dengan langkah Ferrari masuk ke era mobil listrik lewat desain seperti Luce EV.

“Saya harap mereka menghapus logo kuda jingkrak dari mobil itu,” tegas Montezemolo, dikutip dariReuters.

“Mobil listrik, harganya sangat mahal (550 ribu euro!) dan, dari sudut pandang estetika, mobil ini berbicara sendiri... Penampilannya sama sekali bukan seperti mobil dari Kuda Jingkrak. Dan ini yang disebut ‘inovasi’? Siapa yang tahu apa yang akan dikatakan Enzo Ferrari...,” tulis Salvini diX.


Rangkaian reaksi negatif tersebut langsung berdampak pada saham Ferrari. Setelah mobil ini diperkenalkan, saham Ferrari dilaporkan sempat turun sekitar 8 persen di bursa Milan.

Namun Ferrari tampaknya tidak melihat Luce EV hanya dari sisi kontroversinya. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menilai mobil ini harus dilihat secara langsung untuk memahami pendekatan baru yang diambil Ferrari.

“Anda harus melihat Luce untuk memahami bahwa mobil itu tidak ada hubungannya dengan mobil listrik buatan China atau merek lain,” kata Vigna.

Menurut Vigna, Ferrari tetap harus menjaga keseimbangan antara pelanggan lama yang sudah mengenal karakter Ferrari selama puluhan tahun, dan pelanggan baru yang mulai tertarik dengan arah elektrifikasi.

Ia menyebut, penggunaan teknologi baru harus dibarengi dengan rasa hormat terhadap teknologi itu sendiri. Karena itu, desain Ferrari Luce EV memang dibuat berbeda agar karakter mobil listrik pertamanya bisa terwakili dengan tepat.

“Ketika Anda menggunakan teknologi baru, Anda harus selalu mengingat satu kata yang disebut rasa hormat,” ujar Vigna, dikutip dariCNBC.

“Rasa hormat terhadap teknologi, karena ketika Anda memiliki teknologi baru, Anda perlu memastikan bahwa teknologi tersebut terwakili dengan baik dalam desain, jadi desainnya harus berbeda,” pungkasnya.