Mengenal GPS PBX Finder yang Ditemukan di Mobil Ketua BEM UGM

pada 9 hari lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Insiden yang menimpa Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM bukan hanya sebagai berita kriminal atau politik semata. Ini adalah refleksi dari wajah baru keamanan kendaraan di era Internet of Things (IoT).

Dulu, parameter sebuah kendaraan hanya berkutat pada horsepower, torsi, dan kenyamanan suspensi. Namun hari ini, mobil bukan lagi sekadar alat transportasi; mereka adalah data center berjalan. 




Insiden penemuan perangkat pelacak di mobil Tiyo, seharusnya menjadi peringatan keras bagi kita semua: bahwa di era modern, mobil Anda tidak hanya membawa penumpang, tetapi juga membawa jejak digital yang bisa dibaca siapa saja.

Kejadian ini mencuat ke publik setelah Tiyo membagikan sebuah video melalui akun Instagram pribadinya, yang memperlihatkan dirinya menemukan sebuah benda mencurigakan menempel pada rangka bawah mobilnya.

Dalam video tersebut, Tiyo menarasikan penemuan perangkat yang ia sebut sebagai "PBX Finder" tersebut. 

Kejadian ini berlangsung tak lama setelah ia secara vokal mengkritik pemerintah dan memimpin aksi demonstrasi bertajuk "Gejayan Memanggil" di Yogyakarta. Merasa ada upaya pengintaian, Tiyo pun membawa temuan tersebut ke ranah publik.

Memahami Teknologi Pelacak: Antara Bluetooth dan GSM

Terdapat perbedaan mendasar pada jenis teknologi pelacak yang beredar saat ini. Secara umum, terdapat dua kategori pelacak yang sering ditemukan:

  1. Pelacak Berbasis Wireless/Bluetooth: Seperti AirTag atau tipe sejenis, perangkat ini dapat terdeteksi oleh sinyal bluetooth ponsel (khususnya iPhone). Meski terdeteksi secara digital, ukuran perangkat ini yang sangat kecil membuat pencarian fisik di kendaraan menjadi tantangan tersendiri.
  2. GPS Portable Berbasis GSM: Baihaki menilai perangkat yang ditemukan Tiyo cenderung masuk dalam kategori ini. Berbeda dengan pelacak bluetooth, GPS tipe ini tidak terdeteksi oleh scanning ponsel. Perangkat ini menggunakan kartu GSM untuk mentransmisikan lokasi, memiliki baterai mandiri yang mampu bertahan 10 hingga 30 hari, serta memberikan akurasi posisi dengan deviasi jarak sekitar 5–20 meter.

Di industri rental mobil, penggunaan perangkat GPS sebenarnya adalah standar operasional wajib. 

Alat ini berfungsi vital untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time, mencegah pencurian, hingga memastikan penyewa mematuhi batasan wilayah operasional yang disepakati.




Namun, insiden yang menimpa Tiyo menunjukkan sisi lain dari teknologi ini ketika digunakan di luar konteks manajemen aset. 

Perangkat pelacak dirancang mungil agar tidak mudah ditemukan oleh orang lain, menjadikannya alat "pengintai" yang efektif namun sangat sulit dideteksi tanpa ketelitian ekstra.