Menuju 2030, Samsung Perluas Bahan Daur Ulang hingga Pemulihan Air

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idSelain memperkenalkan produk barunya Galaxy S26 Series dan Buds 4 Series diGalaxy Unpacked 2026 yang digelar di San Francisco, Samsung juga mengumumkanperluasan komitmen mereka untuk menjaga lingkungan mereka melalui misi ‘Galaxyfor the Planet’.

Dalam acara ini, Samsung mengumumkan kemajuan mereka dimanaGalaxy for the Planet telah mencapai seluruh empat target keberlanjutan di 2025yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan di seluruh desain produk,manufaktur, dan juga operasional.

Penggunaan bahan daur ulang di Galaxy S26 Series

Yang lebih menarik, Samsung juga berhasil memperluaspenggunaan material daur ulang di seluruh produk Galaxy, termasuk seri terbarumereka Galaxy S26 Series.

“Melalui produk terbaru kami Galaxy S26 Series, kamimemperluas penggunaan bahan daur ulang termasuk daur ulang plastik, kaca,kobalt dan yang terbaru adalah tantalum,” kata Cassie Smith, Senior ManagerSustainability Samsung, Kamis, (26/02).




Total ada 10 bahan daur ulang yang digunakan oleh Samsung,mencakup plastik, kaca, aluminium, kobalt, litium, baja, tembaga, emas, logamtanah jarang, dan juga tantalum.

Bahan-bahan daur ulang lainnya juga digunakan untuk bagianeksterior maupun interior termasuk komponen kamera di produk-produk Samsunglainnya seperti tablet, laptop, jam tangan pintar hingga layar. 

Salah satunya, Samsung memanfaatkan plastik daur ulang yangberasal dari jaring ikan bekas yang berpotensi mencemari laut (ocean-boundplastic) dan menghapus penggunaan plastik sekali pakai dalam kemasan produkmobile dan beralih ke material berbasis kertas serta bahan daur ulang. 

Selain itu, melalui riset dan pengembangan teknologikonsumsi daya siaga rendah (low standby power), Samsung juga berhasilmenurunkan konsumsi daya siaga pada charger ponsel Galaxy hingga mendekati nol,inovasi ini kemudian diterapkan pada berbagai varian daya charger.

Perusahaan juga mengembangkan sistem sepertiCircularBattery Supply Chain,yang untuk pemulihan dan penggunaan kembali materialdari baterai perangkat Galaxy yang telah digunakan sebelumnya.

“Di Samsung kami percaya bahwa mendorong batasan teknologibukan berarti mengorbankan planet kita. Inovasi yang bermakna juga harusberkelanjutan, dan ini adalah komitmen kami,” tambahnya.

Tiga Fokus Samsung untuk Lingkungan di 2030

Selain berfokus pada bahan-bahan daur ulang, Samsung jugamemperluas komitmen mereka untuk menangani dampak lingkungan yang lebih luas,termasuk air dan keanekaragaman hayati.

Perluasan cakupan ini ditargetkan tercapai di tahun 2030 danakan berfokus pada tiga area utama: sirkularitas, pengelolaan air, dankeanekaragaman hayati.




Pertama, Samsung akan terus mendorong penerapan prinsip daurulang pada produk-produk mobile-nya dengan memasukkan setidaknya satu bahandaur ulang dalam setiap modul dari setiap produk mobile mereka.

Samsung juga berkomitmen memperdalam pendekatan pengelolaanair di seluruh operasional mobile dengan target mengembalikan 110 persen airyang dikonsumsi. 

Perusahaan juga menargetkan pencapaian tingkat sertifikasitertinggi dariAlliance for Water Stewardship(AWS) sebagai bagian daripraktik pengelolaan air yang bertanggung jawab.

“Kami berupaya untuk mengembalikan lebih banyak air kelingkungan sambil memenuhi standar tertinggi untuk sistem pengelolaan air yanglebih bertanggung jawab,” tambahnya.

Menyadari bahwa operasinya bisa berdampak pada ekosistemsekitar, Samsung juga memiliki target untuk melestarikan ekosistem yang setaradengan jejak ekologis operasinya di seluruh dunia.




Target ini berfokus pada perlindungan dan pemulihanlingkungan alam dengan cara yang memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahananekologi di lingkungan yang dekat dengan fasilitas Samsung.

“Keberlanjutan menjadi inti dari cara kami beroperasi danberinovasi. Hal ini mempengaruhi bagaimana kami merancang produk, mengelolasumber daya, dan menciptakan nilai lebih dari sekadar perangkat. Dalamperjalanan menuju target 2030, kami memperluas komitmen tidak hanya pada produkdan operasional, tetapi juga pada dampak lingkungan yang lebih luas,” tutur TMRoh, CEO sekaligus Head of Device eXperience (DX) Division Samsung Electronics.