Merger Netflix–Warner Bikin Tayang Bioskop Terancam Singkat

Uzone.id—WarnerBros keukeuh memilih Netflix sebagai pemilik barunya meskipun Paramountmemberikan mahar yang lebih mahal.
Dalam laporan terbaru, Warner Bros menolakParamount bahkan untuk ke-8 kalinya dan tetap memilih Netflix untukmenyelesaikan rencana merger mereka
Dewan Direksi WBD menilai bahwa penawaran dari Paramountsebesar USD30 per lembar saham tetap kalah menarik dibandingkan proposalNetflix yang berada di angka USD27,75 per sahamnya.
Menurut Warner Bros, tawaran dari Paramountmemiliki risiko dan ketidakpastian yang besar, sementara Netflix justrumemberikan penawaran yang lebih menarik.
“Penawaran PSKY lebih rendah nilainya mengingat biaya,risiko, dan ketidakpastian yang signifikan dibandingkan dengan merger Netflix,”kata perwakilan Warner Bros dikutip dariVariety.
Namun, keyakinan Warner Bros ini datang dengan risiko yangtidak disukai oleh para penggemar film, khususnya untuk film-film keluaranWarner Bros kedepannya.
Melansir dariDeadline, Jumat, (09/01), sumber-sumber orangdalam mengatakan bahwa Netflix hanya mendukung penayangan di bioskop hanya 17hari saja, sementara jaringan bioskop seperti AMC masih menganut kepercayaankalau batas waktu tayang di bioskop perlu dipertahankan sekitar 45 hari.
Tapi, perlu ditekankan kalau ini bukan konfirmasi langsungdan belum pasti juga Netflix akan menetapkan waktu tayang 17 hari untukfilm-film Warner Bros jika dan ketika kesepakatan tersebut disetujui.
Perusahaan bioskop mungkin akan bernegosiasi agar waktutayang lebih lama tapi yang jelas adalah akan ada ketegangan yang besar diHollywood saat kesepakatan ini diselesaikan, dengan prioritas Netflix yangmasih memperkuat layanan streaming.
Ini juga menjadiconcerndari para penggemar Netflix danWarner Bros soal kemungkinan Netflix ‘mengakhiri’ era dan budaya menonton filmsecara fisik alias offline. Netflix kemungkinan akan menerapkan ‘budayastreaming’ mereka dengan merilis film dengan jadwal bioskop yang sangatterbatas.
Selain itu, film-film yang franchise yang dirilis WarnerBros. juga dikhawatirkan akan menjadi milik Netflix secara eksklusif dan tidakmemiliki perilisan global seperti saat ini. Co-CEO Netflix, Ted Sarandos sempatbersikeras bahwa Netflix tidak “menentang adanya film di bioskop.”
Platform streaming tersebut mengatakan bahwa mereka tetap"berencana” merilis film-film Warner Bros. di bioskop jika kesepakatansenilai USD82,7 miliar untuk studio dan HBO Max tersebut selesai.
Dalam panggilan konferensi dengan investor dan media padaJumat, co-CEO Netflix mengungkit kembali pencapaian perusahaan yang telahmerilis 30 film di bioskop pada tahun 2025.
Namun, sebagian besar film tersebut memiliki masa tayang dibioskop yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan film dari studiokonvensional. (Hal inilah yang ditakutkan oleh para penggemar).
“Bukan berarti kami menentang penayangan film di bioskop,”kata Sarandos.
“Penolakan saya sebagian besar berpusat pada fakta tentangjendela eksklusif yang panjang, yang menurut kami tidak terlalu ramahkonsumen,” tambahnya.
Ia melanjutkan, “Tetapi ketika kami berbicara tentangmempertahankan HBO, sebagian besar akan seperti apa adanya, itu juga mencakupperjanjian output film mereka dengan Warner Bros., yang mencakup siklus hidupyang dimulai di bioskop, dan itu akan terus kami dukung.”