MItsubishi Siap Produksi Lokal Mobil Hybrid, Pesaing Veloz Hybrid?

Uzone.id-Tahun 2026 menjadi penanda 55 tahun kiprah Mitsubishi Motors di pasar otomotif Indonesia. President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita, memaparkan hasil kinerja dan strategi utama perusahaan dan strateginya di tahun 2026 ini.
Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 2,4 juta kendaraan Mitsubishi telah beroperasi di Indonesia. Di awal tahun 2026, Mitsubishi berhasil mencatat sejumlah prestasi pasar.
Pangsa pasar keseluruhan Mitsubishi meningkat dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen.
Mitsubishi Destinator yang diluncurkan secara global di Indonesia pada 2025 ini memimpin segmennya dengan pangsa pasar 53,7 persen.
Penjualan totalnya telah mencapai 10.000 unit, di mana varian tertinggi menjadi yang paling diminati.
Empat Prioritas Utama Tahun 2026
Mitsubishi Motors menetapkan empat fokus utama untuk tahun 2026 guna menjaga kepercayaan pelanggan dan memajukan bisnis secara berkelanjutan.
Melanjutkan ekspansi jaringan di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan mempermudah akses konsumen ke layanan purna jual.
Memperkuat kualitas layanan purna jual secara berkelanjutan dengan filosofi passion to care.
Juga meningkatkan pengalaman pelanggan dengan layanan yang lebih praktis dan cepat melalui sistem digitalisasi dan kolaborasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dan tak lupa, menghadirkan model kendaraan terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, dengan penekanan pada mobil hybrid.
Komitmen Produksi Mobil Hybrid Lokal
Mitsubishi memastikan bahwa model hybrid akan menjadi salah satu produk baru yang diluncurkan pada 2026.
Kurita menegaskan bahwa model ini akan diproduksi secara lokal di Indonesia, dengan jadwal produksi dimulai pada semester pertama 2026.
Peluncuran resmi ke pasar ditargetkan berlangsung pada semester kedua 2026, dengan prediksi kuat bertepatan dengan ajang GIIAS 2026.
Model hybrid yang akan diproduksi di Indonesia akan menjadi produk strategis jangka panjang perusahaan. Meskipun belum ada detail teknis yang dibuka, spekulasi mengarah pada Xpander HEV atau Xforce HEV, yang keduanya sudah dipasarkan di Thailand.
Kedua model tersebut memiliki spesifikasi mesin 1.6L MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai, menghasilkan tenaga gabungan 116 hp dan torsi 255 Nm, serta dilengkapi fitur keselamatan aktif Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense).
Produksi domestik ini bertujuan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang diharapkan dapat menjaga harga jual agar lebih kompetitif dan terjangkau bagi konsumen Indonesia.
Kalau benar nantinya yang diproduksi lebih dulu adalah Xpander hybrid, maka secara langsung akan bersaing dengan Toyota Veloz hybrid di pasaran.