Mobil MBG Kecelakaan Lagi, Nyangkut di Pohon Sampai Boks Hampir Lepas

pada 6 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kecelakaan lagi nih, kali ini kejadiannya berlangsung di Depok, Jawa Barat. Bedanya kecelakaan mobil MBG kali ini dikarenakan tersangkut di pohon sampai boksnya hampir terlepas.

Informasi ini diketahui pertama kali dari akun Instagram @depok24jam, mobil operasional MBG dilaporkan terguling hingga menyangkut di pohon.

Kondisi mobil berada di pinggir jalan dengan kondisi boks yang hampir terlepas dari rangka yang terpasang pada mobil, bahkan salah satu pintunya terpantau telah terbuka.

"Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan M Yusuf, Depok 2, pagi ini. Sebuah mobil box MBG terlihat terguling di sisi jalan. Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini menyebabkan kemacetan parah di lokasi," tulis akun Instagram @depok24jam.

Diketahui mobil MBG yang digunakan dalam kecelakaan tersebut merupakan Mitsubishi L300 yang biasa digunakan sebagai kendaraan niaga.


Berdasarkan keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Depok Iptu Pujiono, kecelakaan berawal saat mobil MBG melaju dari arah selatan menuju utara jalan raya.

"Sesampainya di dekat Royal Montessori School, boks mobil tersangkut di pohon mahoni," ujar Pujiono dikutip dariDetik.

Pujino pun membenarkan adanya kecelakaan tersebut, akibat dari kejadian itu boks mobil yang tersangkut pun terjatuh.



Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam insiden mobil MBG kali ini.

"Boks mobil tersangkut sehingga terjatuh dan terpisah dari rangka mobil," jelasnya.

Selain tidak adanya korban akibat insiden tersebut, mobil MBG yang terlibat kecelakaan juga sedang tidak mengangkut makanan alias boks dalam kondisi kosong.



Sebelumnya terjadi kecelakaan mobil MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) kemarin. Insiden ini melibatkan Daihatsu Gran Max jenis blind van yang menerobos masuk area sekolah hingga menabrak puluhan siswa dan seorang guru.

Kapolsek Cilincing, Kompol Bobi Subasri menjelaskan, pemicu utama kecelakaan diduga kuat adalah human error dari pengemudi berinisial AI, 34 tahun, warga Kalibaru. Posisi sekolah yang berada di area lebih tinggi mengharuskan mobil melewati tanjakan untuk masuk.

Saat mobil hendak menanjak, sopir merasa sistem pengereman tidak bekerja optimal alias kurang pakem. Panik karena khawatir mobil akan merosot mundur, sopir berniat menginjak rem lebih dalam. Fatalnya, yang terinjak justru pedal gas.

"Dia mau ngerem, katanya remnya nggak pakem. Karena takut nabrak (mundur), dia injak yang dalam. Nah, kirain itu rem, ternyata gas," jelas Kompol Bobi.