Mobil Tanpa Driver Grab Mulai Diuji, Siap Angkut Penumpang di 2026

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id  – Perusahaanride-hailing Grab bersama dengan WeRide, perusahaan teknologi mobil otonomterkemuka dunia baru saja mendapat lampu hijau dari Otoritas Transportasi Darat(LTA) Singapura untuk menguji coba kendaraan otonom (AV) untuk layanan publik.

Diumumkan pada Kamis, (14/11), kerjasama ini akanmenghadirkan layanan angkutan umum otonom bernama Ai.R yang sudah dimulai sejakpertengahan Oktober 2025. 

Bagi yang belum familiar, kendaraan otonom (AV) atau mobiltanpa pengemudi ini adalah kendaraan yang beroperasi dan mengambil keputusan dijalan tanpa campur tangan manusia. 




Mobil canggih ini mengandalkan kombinasi sensor, KecerdasanBuatan (AI), dan sistem komputer untuk mengenali lingkungan sekitar, mengikutirambu lalu lintas, dan mengantar penumpang dengan aman.

Setelah mendapatkan izin tersebut, WeRide dan Grabmemperluas dan mempercepat pengujian kendaraan otonom (AV) yang akan digunakanuntuk layanan publik di distrik Punggol.

Mereka juga berencana meningkatkan total jumlah uji coba AVpada rute layananshuttledi Punggol hingga empat kali lipat menjelangakhir tahun 2025.

Armada Ai.R saat ini terdiri dari 11 kendaraan, yangmencakup 10 unit GXR (berkapasitas lima penumpang) dan satu Robobus(berkapasitas delapan penumpang). Ai.R sendiri diperkirakan mulai mengangkutpenumpang umum pertamanya pada awal tahun 2026.

Uji coba yang intensif ini adalah langkah krusial sebelumpeluncuran Ai.R, yang akan melayani dua ruteshuttlekhusus di perumahanPunggol, Singapura.




“Kami sangat gembira untuk menghadirkan layanan shuttleotonom ke Punggol guna meningkatkan konektivitas,” kata Alejandro Osorio,ManagingDirectorGrab Singapura dalam blog resmi Grab.

Ia menyebut bahwa keselamatan tetap menjadi prioritasperusahaan, oleh karena itu armada Ai.R mereka akan diuji untuk menavigasilingkungan Punggol, beradaptasi dengan arus lalu lintas yang sebenarnya danperilaku pejalan kaki. 

“Pengujian semacam itu sangat penting untuk memastikanmasyarakat menerima perjalanan yang lancar, aman, dan bermakna," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan maksimal selama masa pengujian danfase awal operasional publik, Grab akan menghadirkan Operator Keselamatan (SafetyOperators) yang akan selalu ada di dalam kendaraan otonom. 

Para operator ini bertugas memberikan pengawasanreal-timedan siap mengambil alih kemudi jika terjadi kondisi mendesak.

Layananshuttleotonom di Punggol ini dirancang untukmemudahkan warga. Rute yang dilalui akan menghubungkan penduduk ke berbagaifasilitas utama, seperti Stasiun MRT Punggol Coast, terminal bus Punggol CoastMall, pusat perbelanjaan, dan klinik.

Tidak diketahui apakah layanan tanpa driver ini akan hadirdi negara lain–termasuk Indonesia, tapi jika uji coba ini berhasil dan suksesditerapkan, tidak ada salahnya bagi Grab untuk memperluas layanan otonom ini kenegara lain.