OpenAI Bikin Google Rugi Rp2.494 Triliun Gara-gara Rilis ChatGPT Atlas

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idOpenAIsudah resmi memperkenalkan ChatGPT Altas, sebuah browser berbasis AI untukmenyaingi Google Chrome. Baru juga dirilis, Atlas benar-benar membuat Chromeketar-ketir.

Browser berbasis AI dari OpenAI ini berhasil mengguncangpasar saham global–termasuk nilai pasar induk Google, Alphabet.

Mengutip dari Times of India, nilai pasar Alphabet terjunhingga US$150 miliar (sekitar Rp2.400 triliun) pada Selasa (22/10), beberapasaat setelah OpenAI memperkenalkan ChatGPT Atlas ke seluruh dunia.

Penurunan nilai saham yang cukup besar ini menjadi salahsatu reaksi pasar terbesar terhadap peluncuran produk teknologi tahun ini.




Peluncuran Atlas sendiri tidak dilakukan secara meriah olehOpenAI, perilisannya diawali dengan video misterius berdurasi enam detik diplatform X, menampilkan deretan tab browser, lalu dilanjutkan siaran langsungyang dibawakan oleh CEO OpenAI, Sam Altman.

Altman sendiri menggambarkan ChatGPT Atlas lebih darisekadar pesaing baru untuk Google Chrome, melainkan sebuah revolusi dalampengalaman menjelajah internet. Meskipun dibangun di atas teknologi yang samadengan Chrome, yakni Chromium, Atlas menghadirkan ChatGPT yang terintegrasilangsung di setiap halaman web.

Salah satu keunggulan yang ditonjolkan oleh Atlas adalahpengguna tak perlu lagi berpindah tab atau menyalin teks untuk bertanya keAI. 

Fitur andalan lain dari browser ini adalah “agent mode”, dimana AI bisa mengendalikan kursor dan keyboard untuk menyelesaikan tugaskompleks seperti memesan tiket pesawat, meneliti produk, hingga mengeditdokumen.




Semua dilakukan secara otomatis, bahkan bisa dilakukansambil pengguna menonton atau meninggalkan layar.

“Kami percaya kalau AI ini mewakili sebuah peluang langkayang hanya datang sekali dalam satu dekade untuk memikirkan kembali apa artidari sebuah browser,” ujar Altman.

Langkah berani OpenAI ini menjadi tantangan besar bagidominasi Google di pasar browser. Selama ini, pendapatan utama Google berasaldari iklan pencarian, yang bisa terancam oleh mesin pencari berbasis AI yangmemberikan jawaban langsung tanpa menampilkan halaman penuh iklan.

Tapi Google sendiri tidak terlalu ketinggalan jauh, pasalnyaraksasa teknologi itu baru saja mengintegrasikan Gemini AI ke dalam Chromesehingga pengalaman AI bisa dirasakan semua pengguna di hampir seluruh layananGoogle.