OpenAI Disemprot Jepang, Sora Dilarang Bikin Video Ghibli

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— OpenAI–khususnyaChatGPT sudah banyak menerima kritikan bahkan dituntut karena dianggap‘mencuri’ atau menggunakan karya seniman tanpa izin. Jepang jadi salah satunegara yang paling banyak mengkritik OpenAI karena dianggap telah merugikanbanyak seniman mereka.

Setelah mengajukan keberatan karena platform tersebutmembuat kartun AI bergaya anime, kini OpenAI juga dilarang tegas untuk membuatvideo dari Sora 2 dengan menggunakan gaya ala-ala Ghibli.

Sebuah organisasi perdagangan Jepang yang mewakili StudioGhibli, hingga Bandai Namco mengirimkan surat kepada OpenAI.




Mereka mendesak raksasa kecerdasan buatan tersebut untukmenghentikan pelatihan model kecerdasan mereka menggunakan konten milik merekatanpa izin.

Melansir dariTechCrunch, desakan ini dilakukan melaluiAsosiasi Distribusi Konten Luar Negeri Jepang (CODA) yang secara langsungmeminta OpenAI untuk tidak menggunakan konten mereka tanpa izin.

Sebagai informasi saja, Studio Ghibli, studio animasi dibalik film-film seperti “Spirited Away” dan “My Neighbor Totoro,” sudah sangatterpengaruh oleh produk kecerdasan buatan generatif OpenAI. 

Kalau kalian masih ingat, Maret lalu muncul tren populer dikalangan pengguna untuk meminta ChatGPT mengubah foto selfie dengan gayaGhibli. Bahkan CEO OpenAI, Sam Altman pun sampai saat ini menggunakan fotoprofil bergaya animasi tersebut atau “Ghiblified”.




Desakan ini tidak muncul begitu saja. Alih-alih memintaizin, OpenAI ternyata lebih memilih untuk meminta maaf setelah menggunakankarya atau material untuk pelatihan AI mereka.

Gak cuma Ghibli aja, pendekatan ini juga telah menimbulkankeluhan dari lembaga seperti Nintendo, bahkan Dr. Martin Luther King, Jr., yangdengan mudah dapat di-deepfake di aplikasi Sora.

Dengan adanya desakan ini, OpenAI memiliki pilihan untukmemutuskan apakah akan bekerja sama atau mendapatkan gugatan dari para pemilikkarya, meskipun hukum Amerika Serikat saat ini masih belum mengatur secarajelas soal penggunaan materi yang memiliki hak cipta untuk pelatihan AI.