Operator yang Menang Lelang Frekuensi, Wajib Bangun 5G dan Desa

Uzone.id– Lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar pada 7 Juli 2026 bukan hanya menjadi ajang adu harga antar operator seluler. Di balik proses lelang tersebut, ada komitmen besar yang harus dipenuhi pemenang, mulai dari memperluas jaringan 5G hingga menghadirkan layanan di wilayah pedesaan.
Menurut Director and Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, setiap blok frekuensi yang dilelang memiliki konsekuensi berbeda, termasuk besarnya komitmen pembangunan yang harus dijalankan operator jika berhasil memenangkan lelang.
Merza menjelaskan, pada lelang kali ini pemerintah menyediakan tiga blok di pita frekuensi 700 MHz dan tiga blok di pita 2,6 GHz. Para operator akan saling bersaing melalui mekanisme penawaran harga untuk memperebutkan blok yang diinginkan.
Namun, menurutnya, proses tersebut tidak hanya ditentukan oleh besarnya nilai penawaran.
"Ada komitmen 5G dan ada komitmen bangun desa,” ungkap Merza saat dijumpai beberapa awak media di kantor XLSmart, 4 Juli 2026.
Artinya, operator yang ingin mendapatkan blok frekuensi dengan kapasitas lebih besar juga harus siap memenuhi kewajiban pembangunan yang lebih besar pula.
"Ada angka-angkanya. Kalau mau dapet besar harus bid-nya paling besar dan komitmennya paling besar,” lanjutnya.
Meski tidak merinci isi dokumen lelang, Merza mengatakan pemerintah telah menetapkan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta, termasuk target pembangunan jaringan setelah spektrum diperoleh.
Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan mengapa lelang frekuensi tidak bisa dipandang sekadar sebagai perebutan spektrum antar operator. Setelah memenangkan lelang, operator masih memiliki pekerjaan rumah untuk memenuhi berbagai kewajiban yang telah disepakati.
Bagi pelanggan, komitmen tersebut berpotensi mempercepat perluasan layanan 5G di Indonesia. Selama ini, implementasi 5G masih terkonsentrasi di kota-kota besar karena keterbatasan spektrum yang dimiliki operator.
Tambahan frekuensi baru diharapkan dapat membantu operator memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Merza juga menjelaskan bahwa kedua spektrum yang dilelang memiliki fungsi berbeda dalam pengembangan jaringan seluler.
"Satu buat coverage [yang 700 MHz]. Satu buat kapasitas [yang 2,6 GHz]," kata Merza.
Spektrum 700 MHz dikenal memiliki karakteristik jangkauan sinyal yang lebih luas sehingga cocok digunakan untuk memperluas cakupan layanan, termasuk ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Sementara itu, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan di area dengan lalu lintas data yang padat, termasuk mendukung pengembangan jaringan 5G.
Karena memiliki peran yang saling melengkapi, kedua spektrum tersebut sama-sama menjadi incaran operator.
Meski begitu, Merza enggan mengungkap strategi XLSmart dalam mengikuti lelang. Saat ditanya apakah perusahaan akan lebih fokus mengejar blok tertentu, ia memilih menyimpan rapat strategi tersebut.
"Nanti ketahuannya saat proses lelang berlangsung," katanya.
Selain membahas lelang yang akan berlangsung pekan ini, Merza juga menyinggung spektrum berikutnya yang dinilai penting bagi pengembangan jaringan seluler nasional, yakni pita frekuensi 3,5 GHz.
Menurutnya, spektrum tersebut masih digunakan untuk layanan satelit sehingga belum dapat dilelang dalam waktu dekat.
"Harapannya berikut itu spektrum 3,5 GHz,” ungkapnya singkat.
Spektrum 3,5 GHz sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pita frekuensi yang banyak dimanfaatkan operator di berbagai negara untuk menghadirkan layanan 5G dengan kapasitas tinggi.
Sementara itu, hasil lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah pengembangan jaringan seluler Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Bukan hanya soal siapa yang memenangkan blok frekuensi, tetapi juga seberapa cepat operator mampu merealisasikan komitmen pembangunan jaringan 5G dan perluasan layanan ke lebih banyak wilayah, termasuk desa-desa yang selama ini masih membutuhkan akses internet yang lebih baik.