Padahal Lagi Krisis Memori, Apple Malah Panen Cuan di Awal 2026

Uzone.id-Pendapatan Apple melonjak berkat iPhone 17 Series di tahun ini, bahkan bisa tumbuh sampai dua digit. Capaian tersebut membuat Apple menjadi ‘raja’smartphonedi pasar global, di atas para kompetitornya seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research untuk kuartal pertama (Q1) tahun 2026, pendapatan Apple meroket 22 persen secarayear-on-year(YoY). Angka ini tidak hanya menjadi pertumbuhan tercepat di antara lima merek teratas, tetapi juga mencetak rekor tertinggi mereka pada kuartal pertama.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya permintaan untuk varian iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max yang secara efektif mendongkrak harga jual rata-rata atauaverage selling price(ASP) keseluruhan mereka sebesar 11 persen YoY.
Malah, Apple juga ‘kebal’ dari masalah komponen yang saat ini melanda. Buktinya, Apple berhasil meraup 21 persen pangsa pasar pengiriman global berkat strategi promosi dan tukar tambah yang masif, terutama di wilayah Asia-Pasifik.
“Tidak seperti para pesaingnya, Apple sebagian besar mempertahankan harga yang stabil meskipun biaya produksi (BOM) meningkat, yang mencerminkan kemampuannya untuk menyerap tekanan biaya dan tetap terlindungi dari krisis memori, yang membantu memperkuat posisi kompetitifnya selama kuartal tersebut,” ujar Research Director Counterpoint, Jeff Fieldhack.
Kejayaan Apple, tulis Counterpoint dalam laporannya, terjadi di tengah anomali pasarsmartphonesecara global. Bagaimana tidak, pendapatan industri secara keseluruhan memang naik 8 persen dibanding tahun sebelumnya, menembus USD117 miliar.
Akan tetapi, volume pengiriman unitnya di seluruh dunia justru anjlok. Counterpoint mencatat, fenomena ini disebabkan oleh meroketnya biaya material komponen dan kelangkaan memori yang cukup parah.
Kondisi tersebut memaksa pabrikan mengerek harga jual rata-rata hingga 12 persen ke rekor tertinggi yakni USD399. Singkatnya, pertumbuhan pasar saat ini murni digerakkan oleh tingginya harga dan larisnya perangkat premium, bukan lagi dari volume penjualan HP murah.
“Pasar smartphone global sedang mengalami fase transisi di mana pertumbuhan yang didorong oleh volume digantikan oleh ekspansi yang didorong oleh nilai,” jelas Shilpi Jain, Senior Analyst Counterpoint.
Samsung posisi dua, pendapatan Xiaomi turun 18 persen
Di posisi kedua, Samsung berhasil mengamankan pertumbuhan pendapatan sebesar 4 persen secara YoY, sejalan dengan kenaikan ASP mereka yang juga di angka 4 persen, meskipun secara volume pengiriman unitnya cenderung stagnan.
Penyelamat utama Samsung di kuartal ini tidak lain adalah trio Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Biarpun peluncuranflagshipini sempat tertunda, tingginya pesanan untuk varian Ultra sukses menopang pemasukan perusahaan.
Menariknya, Samsung mengambil langkah taktis dengan menghapus varian memori terendah pada lini produknya. Strategi ini nyatanya terbukti efektif untuk mengerek harga jual dasar dan memperkuat posisi mereka di segmen premium.
Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada Xiaomi. Pabrikan asal China itu mencatatkan penurunan paling tajam di antara lima merek teratas, di mana pengiriman unitnya anjlok hingga 19 persen yang berpengaruh pada merosotnya pendapatan mereka sebesar 18 persen YoY.
Alasan utamanya, dijelaskan Counterpoint, Xiaomi memiliki porsi yang terlalu besar pada segmenentry-leveldan menengah. Segmen inilah yang paling hancur dihantam oleh tingginya harga komponen memori.
Keputusan Xiaomi yang terpaksa menaikkan harga jual secara beruntun pada model-model HP murahnya malah membuat peminatnya beralih. Buntutnya, performa penjualan mereka melemah di hampir seluruh dunia, dan nyaris hanya tertolong oleh strategi promosi agresif di wilayah Amerika Latin.
Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing diisi oleh Oppo dan Vivo. Melalui manajemen portofolio yang disiplin dan fokus mengalihkan konsumen ke segmen bernilai tinggi, ASP Oppo terpantau masih bisa naik 3 persen.
Di sisi lain, Vivo sukses membukukan kenaikan pendapatan 5 persen dengan lonjakan ASP mencapai 10 persen YoY. Pencapaian ini didorong oleh larisnya lini menengah ke atas, seperti seri V dan X di pasar India, serta seri S di China.
Para analis Counterpoint memprediksi kalau pasarsmartphoneglobal masih akan terus tertekan di sepanjang tahun ini. Tren volume pengiriman unit kemungkinan besar akan makin lesu, dan pemulihan industri secara menyeluruh diprediksi baru akan mulai terlihat pada akhir tahun 2027 mendatang.
Kendati demikian, tren pergeseran minat ke HP model premium dan mahalnya harga komponen diyakini bakal terus menopang nilai jual rata-rata di pasaran, yang pada akhirnya membantu menjaga pendapatan para vendor agar tidak merosot terlalu dalam.