Pemerintah Uji Coba Bansos Pakai AI, Data Aman?

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idPemerintahternyata sudah mulai menguji coba penerapan digitalisasi perlindungan sosialatau Perlinsos semenjak September 2025 ini, adapun wilayah yang menjadipercontohan adalah Kabupaten Banyuwangi.

Digitalisasi Perlinsos sendiri menerapkan sebuah sistem yangakan menjadi pintu masuk utama bagi data calon penerima bantuan sosial diIndonesia, nantinya sistem ini akan terintegrasi dengan berbagai sistempemerintah.

Sistem digitalisasi Perlinsos ini didukung oleh SistemPenghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang dikembangkan untuk mengintegrasikanaplikasi dan data antarinstansi.




“Fungsi SPLP adalah menginterpretasikan data agar lebihvalid, terstandarisasi, dan efisien,” katanya.

Tak hanya itu, sistem ini juga memanfaatkan AI dan machinelearning untuk mempercepat proses penargetan bansos.

“Tahap awal adalah menyusun algoritma penargetan. Setelahjelas, AI akan membantu mengolah data dalam jumlah besar. Penerapan sederhanayang sudah berjalan adalah face recognition untuk verifikasi identitaspenerima,” kata Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Yessi ArnazFerari, dikutip dari Portal Informasi Indonesia.

Untuk keamanannya sendiri, Komdigi memastikan bahwadata-data masyarakat menjadi prioritas utama mereka. Ada 3 fase yang akan diamankan oleh Komdigi yaitu saat disimpan (at rest), saat dikirim (in transit), dan saatdigunakan (at use). 




“Semua tahapan ini dijaga dengan standar keamanan yang ketatserta kepatuhan regulasi,” tambah Yessi.

Kegunaan teknologi AI, machine learning dan sistempenghubung, Perlinsos ini diharapkan bisa menjadi sistem perlindungan sosialyang lebih cepat, akurat, dan aman.

Pendaftaran untuk digitalisasi bansos sini sendiri bisadilakukan secara mandiri dan lewat aplikasi Portal Perlinsos (perlindungansosial). Syaratnya, pendaftar harus memiliki Identitas Kependudukan Digitalatau IKD karena portal perlinsos terhubung dengan IKD.

Selain mendaftar sendiri, masyarakat juga bisa melakukanpendaftaran melalui agen perlinsos yang sebelumnya telah dilatih. Cara ini bisadilakukan oleh masyarakat yang tidak memiliki smartphone atau perangkatpendukung.