Pengguna Makin Betah di Threads, X Mulai Ditinggal?

Uzone.id— Cita-cita MarkZuckerberg yang ingin menggantikan X (Twitter) dengan Threads akhirnyaterwujud. Lambat laun, Threads mulai menjadi tempat ‘nge-tweet’ yang palingnyaman dan bebas dibandingkan dengan X.
Keunggulan Threads dibandingkan X milik Elon Musk terlihatdari laporan terbaru dari firma analitik Similarweb. Pada awal Januari ini,Threads tercatat memiliki sekitar 143 juta pengguna aktif harian di seluruhdunia, lebih unggul dibandingkan dengan X yang hanya memiliki pengguna aktifharian sekitar 126 juta pengguna.
Selain pengguna yang semakin banyak, pertumbuhan Threadsjuga tercatat sangat pesat untuk sebuah aplikasi yang baru dirilis pada 2023lalu. Data tahunan Similarweb mencatat pertumbuhan Threads yang naik secaratajam sebesar 37,8 persen secara tahunan.
Di periode yang bersamaan, jumlah pengguna mobile harian Xjustru semakin turun hingga 11,9 persen.
Situasi dua aplikasi ini di AS lebih campur aduk lagi, Xmasih unggul tipis di kategori platform mobile dibandingkan dengan Threadsdengan 21,2 juta pengguna mobile aktif harian dibandingkan dengan Threads yangmemiliki 19,5 juta pengguna.
Meski masih unggul soal pengguna harian, tapi pertumbuhanThreads lagi-lagi meningkat tajam, bahkan melonjak hampir 42 persendibandingkan dengan 18 persen milik X.
Sementara untuk pengguna web, X tetap jauh lebih besardengan 150 juta pengguna harian atau kunjungan di seluruh dunia, sementarakehadiran web Threads hanya mencapai 9 juta saja.
Pertumbuhan Threads yang cukup pesat ini juga didorongdengan kontroversi yang terjadi di X setelah diambil alih oleh Elon Musk.Terbaru, X menjadi sorotan dunia gara-gara kasus edit foto sensual yang dibuatoleh chatbot Grok dari xAI.
Dalam beberapa kasus, chatbot tersebut juga mengubah gambargadis di bawah umur yang menimbulkan reaksi keras dari berbagai negara. Bahkan,beberapa negara memutuskan untuk memblokir Grok AI dari negara mereka danmeminta X bertanggung jawab.
X sendiri telah mengambil langkah dengan membatasi Grok AInamun dinilai terlambat karena sudah banyak pengguna yang menjadi korbannya.