Penjualan BYD Anjlok, Persaingan Mobil Listrik China Makin Sengit

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Bukan cuma di Indonesia, penjualan BYD di negara asalnya, China, juga sedang terjun payung nih. Dugaan menurunnya penjualan mobil BYD dikarenakan persaingan antar kompetitor yang semakin ketat.

Berdasarkan data penjualan mobil di China per Oktober 2025, BYD hanya mampu menjual 441.706 unit mobil. Angka ini menurun 12 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, mencapai 502.657 unit.

Persaingan penjualan mobil di China yang semakin ketat diperkuat dengan data penjualan kompetitor BYD di sana seperti Geely dan Chery Group.

Tercatat Geely mencatatkan hasil yang luar biasa, di Oktober 2025 ini mampu mencapai 307.133 unit ludes terjual ke konsumen.



Jika dilihat, angka tersebut memang tidak lebih tinggi dari yang dicapai oleh BYD. Akan tetapi pertumbuhannya berhasil melonjak 35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, dengan capaian hanya 226.686 unit.

Chery Group menyusul di tempat ketiga dengan total penjualan selama Oktober 2025 mencapai 154.727 unit. Nyatanya perolehan Chery itu juga mengalami penurunan secara year-on-year.

Tercatat pada Oktober 2024, Chery Group mampu menjual lebih banyak mobil yakni mencapai 160.233 unit, alias terkoreksi sedikit tepatnya 3,3 persen.



Persaingan mobil di China memang semakin ketat, ditambah terdapat beberapa merek baru seperti Leapmotor yang mampu menjual 70.000 unit mobil, Huawei yang mampu menjual 68.216 unit mobil.

Belum lagi terdapat XPeng yang mampu menjual 42.013 unit mobil di China dan Xiaomi Auto yang juga memperkuat posisinya dengan penjualan 40.000 unit mobil.

Perlu diketahui, penjualan mobil BYD di Indonesia juga sedang tidak baik-baik saja yang tercermin berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).



Berdasarkan data tersebut, Chery memimpin penjualan mobil China di Indonesia dengan total 2.105 unit sepanjang September 2025.

Kenaikannya cukup drastis yakni mencapai 78,29 persen dibandingkan Agustus 2025 yang hanya menjual sebanyak 1.179 unit mobil.

Sementara BYD mengalami penurunan karena hanya mampu menjua 1.088 unit saja secara wholesales di September 2025 kemarin. Menurun 57,5 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mampu menjual 2.562 unit.