Penjualan Motor RI Bangkit, April 2026 Naik 16 Persen

Uzone.id- Kabar baik datang dari pasar otomotif roda dua nasional. Setelah sempat lesu di bulan sebelumnya, penjualan motor domestik pada April 2026 akhirnya menunjukkan tren positif lagi.
Walaupun peningkatan ini patut disyukuri, sayangnya peningkatan penjualannya belum sekuat saat penurunan di bulan Maret lalu.
Berdasarkan data resmi dari AISI, total penjualan motor di Indonesia secara wholesale (pabrik ke dealer) pada April 2026 berhasil menyentuh angka 520.972 unit. Angka ini naik 16 persen dibandingkan Maret 2026 yang hanya mencatat 448.974 unit.
Sebagai perbandingan, peningkatan 16 persen ini tidak sebesar penurunan yang terjadi dari Februari ke Maret 2026, yang mana penurunannya mencapai 23 persen. Ini karena penjualan Februari 2026 sempat sangat tinggi, mencapai 587.354 unit.
Meskipun peningkatan bulanannya belum mengalahkan penurunan bulan sebelumnya, penjualan motor domestik April 2026 secara year-on-year (YoY) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Penjualan di April 2026 yang mencapai 520.972 unit itu melonjak sekitar 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (April 2025), yang kala itu hanya mencatatkan 406.691 unit.
Peningkatan penjualan di bulan April ini otomatis ikut mendongkrak total penjualan kumulatif motor dari Januari hingga April 2026.
Total distribusi motor domestik selama empat bulan pertama tahun ini sudah mencapai 2.135.063 unit. Jumlah ini lebih tinggi tipis dibandingkan periode Januari-April 2025 yang berada di level 2.089.953 unit.
Artinya, secara Year-to-Date (YtD), pasar motor kita mengalami pertumbuhan sekitar 2,2 persen dibanding tahun lalu.
"Prediksi di tahun 2026 ini kan 6,4 sampai 6,7 juta unit, sejauh ini masih cukup positif. Prediksinya pasar sepeda motor di Indonesia masih cukup stabil," ujar Sigit Kumala selaku Ketua Bidang Komersial AISI.
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, penurunan penjualan sepeda motor di bulan Maret 2026 dikarenakan adanya periode libur Lebaran 2026.
Bahkan pihak AISI mengklaim penurunan penjualan bukan dampak daya beli menurun ataupun efek dari kondisi geopolitik.