Penjualan Motor RI Turun, Ekspor Justru Melesat di Mei 2026

pada dalam 4 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Pasar otomotif roda dua di Indonesia sempat mengalami sedikit tekanan pada Mei 2026. Meskipun penjualan domestik babak belur, tapi ekspor motor justru lagi ngegas.

Motor buatan Indonesia ternyata masih punya daya saing kuat di mata konsumen mancanegara. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor sepeda motor utuh atau Completely Built Up (CBU) mencapai 54.759 unit pada Mei 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan April yang berada di level 52.411 unit. Hebatnya, capaian ekspor Mei ini tercatat menjadi salah satu yang terbaik sepanjang tahun 2026.

Tak hanya motor utuh, ekspor komponen pun mencatatkan hasil yang sangat menggembirakan. Pada Mei 2026, pengiriman komponen motor ke luar negeri berhasil menembus angka 16,57 juta unit, yang sekaligus menjadi angka tertinggi sejak awal tahun.




Sementara itu, untuk ekspor dalam bentuk CKD (motor kondisi belum dirakit), angkanya memang sedikit menurun dari 723.220 unit pada April menjadi 697.614 unit pada Mei. Meski begitu, angkanya masih tergolong besar dan menunjukkan bahwa aktivitas produksi pabrikan tetap tinggi.

Secara keseluruhan, ekspor motor utuh telah menembus 266.752 unit dan ekspor CKD mencapai lebih dari 3,2 juta unit.





Dengan kata lain, ketika pasar domestik sedang melambat, pabrikan masih memiliki penopang kuat dari pasar internasional. Ini membuktikan bahwa motor buatan Indonesia tetap punya tempat istimewa di berbagai negara tujuan ekspor.

Sebelumnya diberitakan, setelah sempat mencatatkan angka penjualan yang cukup apik di atas 520 ribu unit pada April, jumlah motor yang didistribusikan dari pabrik ke dealer bulan lalu tercatat turun menjadi 479.388 unit.




Angka tersebut terkoreksi cukup dalam sebesar 7,9 persen jika dibandingkan dengan capaian pada April 2026. Mengingat wholesales sepeda motor pada saat itu menorehkan angka 520.972 unit.

Bahkan, jika dibandingkan dengan periode Mei 2025 yang mencatatkan wholesales sebesar 505.350 unit, distribusi kendaraan roda dua anyar ini tercatat merosot hingga 5,1 persen.

Fluktuasi tersebut tentu tak lepas dari daya beli masyarakat yang masih menjadi faktor kunci.

Namun, jangan buru-buru pesimis! Kondisi ini belum menjadi sinyal buruk bagi industri roda dua nasional. Justru, di saat pasar domestik sedang melambat, permintaan dari luar negeri malah menunjukkan tren yang sangat positif.