Perang AS-Iran Lanjut ke Ruang Digital, Saling Serang Pertahanan Siber

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Konflik antaraAmerika Serikat-Israel melawan Iran terus bergejolak, bahkan kedua belah pihakterus melancarkan serangan rudal ke masing-masing wilayah. 

Tak hanya membuat bangunan hancur, peperangan ini jugamembuat pertahanan siber Amerika Serikat maupun Iran ikut sibuk. Bagaimanatidak, masing-masing ‘ahli siber’ kedua negara saling unjuk taring untukmenghancurkan ruang digital satu sama lain.

Kubu Amerika Serikat melalui US Cyber Command sudahmelancarkan serangan siber lebih dulu pada sistem telekomunikasi Iran. Seranganini dikombinasikan dengan serangan gabungan Operation Epic Fury yang menjadiawal mula konflik ini memanas.




“Operasi ruang angkasa dan siber yang terkoordinasi secaraefektif mengganggu jaringan komunikasi dan sensor di seluruh wilayah tanggungjawab, sehingga musuh tidak mampu melihat, berkoordinasi, atau merespons secaraefektif,” kata Ketua Kepala Staf Gabungan Cyber Command, Dan Caine dikutip dariThe Record, Selasa, (03/03).

Setelah peperangan ini pecah, ahli-ahli siber Iran maupunpendukungnya yang berasal dari beberapa negara turut melakukan pembalasan.

Salah satunya adalah grup siber bernama Islamic CyberResistance Axis yang mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan siber diAS-Israel, termasuk operasi terhadap sistem pertahanan udara perusahaanpertahanan Israel Rafael dan layanan deteksi drone bernama VigilAir.

Kelompok tersebut juga dilaporkan sedang merekrut ahli siberlainnya dalam "pertempuran epik besar" yang akan dilancarkan melawanIsrael dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Handla Hack, kelompok penjahat siber yangpunya hubungan dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS), mengklaimbahwa mereka telah melakukan serangan ke Yordania dan mengancam negara-negaralain di kawasan tersebut.




Tak sampai disitu, CrowdStrike juga melaporkan bahwa ancamansiber dari kelompok hacktivist dari pihak Iran sudah mulai bergerak, merekamulai mengintai dan melancarkan serangan distributed denial-of-service (DDoS)terhadap pihak lawan.

Sementara itu, pihak AS maupun Israel juga ikut melancarkanserangan digital mereka. Salah satu dampaknya adalah penyusupan pada aplikasipopuler milik Iran bernama BadeSaba Calendar.

Jutaan pengguna aplikasi tersebut menerima sebuah notifikasiyang berbunyi “Bantuan sedang dalam perjalanan!” dan “Saatnya bertanggungjawab,” menurut tangkapan layar yang beredar di media sosial.

Siaran satelit stasiun televisi Iran ‘IRIB’ juga ikutdiacak-acak oleh pihak Israel-AS, selama beberapa menit siaran TV tersebutmenampilkan pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang ditujukan kepadarakyat Iran dan juga rekaman serangan terhadap berbagai lokasi termasuk kantorAli Khamenei.