Masih Nunggak? Hari Ini Terakhir Pemutihan Pajak Kendaraan

Uzone.id- Sebentar lagi pemutihan pajak kendaraan di Jawa Barat akan segera berakhir tanpa ada perpanjangan lagi. Pemutihan akan berakhir pada 30 September 2025 alias hari ini!
Pasalnya pemutihan pajak kali ini yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak perlu membayar tunggakannya, sehingga cukup membayar tagihan di 2025 ini saja.
Program ini pertama kali digagas oleh Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat sebagai hadiah lebaran untuk warganya. Kemudian program ini pun ditiru oleh sejumlah pemimpin daerah di Indonesia.
"Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena pengampunan pajak ini hanya dilakukan sekali saja. Setelah itu masih nunggak juga, ingat loh motor Anda nggak akan bisa lewat jalan kabupaten, nggak akan bisa lewat jalan provinsi, ayo mau lewat jalan yang mana? Mau lewat jalan langit karena belum disertifikatkan? Nggak akan bisa. Bayar pajaknya, kami sudah memaafkan, mengampuni," ujar Dedi Mulyadi pada saat program ini dimulai.
Pada awalnya, program pemutihan pajak di Jawa Barat ini akan berakhir pada Juni 2025 kemarin. Namun antusiasme yang tinggi, membuat Pemprov Jabar memutuskan untuk memperpamnjang masa berlakunya ke akhir September.
"Manfaatkan kesempatan ini sebelum berakhir. Jangan sampai menunggu di hari terakhir karena biasanya antrean panjang," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Asep Supriatna, dikutip dari situs resmi Bapenda Jawa Barat, Sabtu (13/9).
Selain pemutihan pajak, Bapenda Jabar membebaskan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II sehingga memudahkan pengurusan pajak dan administrasi kendaraan di masa depan.
Tim Pembina Samsat yang terdiri dari Bapenda, Jasa Raharja, dan Polda Jabar akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah program ini selesai.
Dalam evaluasi terdapat rencana agar bagaimana kepatuhan masyarakat membayar pajak bisa terus menguat meskipun sudah tidak ada program pemutihan.
"Kami akan mengevaluasi bagaimana strategi agar kepatuhan membayar pajak bisa terus menguat. Apakah pendekatannya mulai tegas, atau bagaimana teknisnya, nanti akan kami bahas," pungkas Asep.