Perkara Privasi, WhatsApp Diblokir di Rusia

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Aplikasi perpesananWhatsApp resmi diblokir dari Rusia, dengan begitu warga-warga lokal di sanatidak bisa lagi berkomunikasi lewat platform milik Meta tersebut.

Pemblokiran ini dilakukan Rusia atas dugaan pelanggaranhukum yang dilakukan WhatsApp karena mereka tidak patuh pada ketentuan hukumnegara.

Pemerintah Rusia kemudian mendesak pengguna untuk beralih keaplikasi alternatif yang didukung negara, salah satunya aplikasi MAX yang jadiplatform perpesanan, pemerintahan online hingga layanan lainnya sepertipembayaran lewat aplikasi.




Namun, langkah ini justru dianggap sebagai upaya untukmembatasi kebebasan berekspresi di tengah memanasnya hubungan Rusia-Ukraina.Apalagi aplikasi MAX secara terbuka menyatakan akan membagikan data penggunakepada otoritas atas permintaan mereka.

Aplikasi ini juga tidak menggunakan enkripsi end-to-endseperti milik WhatsApp guna memastikan isi pesan tetap rahasia dan tidak bisadiawasi oleh negara.

Sementara itu, seorang juru bicara WhatsApp mengatakan bahwaperusahaan sedang melakukan "segala upaya" yang mereka bisa untukmemastikan pengguna tetap terhubung.




“Mencoba membatasi akses lebih dari 100 juta orang terhadapkomunikasi pribadi dan aman adalah sebuah langkah kemunduran dan hanya akanmenyebabkan kurangnya keamanan bagi masyarakat di Rusia,” kata juru bicaratersebut, dikutip dariAl Jazeera, Jumat, (13/02).

WhatsApp memang sudah ‘ditandai’ oleh Rusia semenjak tahun2025 lalu. Negara ini mulai membatasi beberapa panggilan di WhatsApp danmenuduh platform asal AS tersebut menolak berbagi informasi dengan penegakhukum dalam kasus penipuan dan "terorisme".

Namun, aktivis hak asasi manusia seperti Amnesty, yang pekanini mengecam pembatasan terus-menerus Kremlin terhadap Telegram, mengatakanpembatasan terhadap aplikasi pesan instan adalah upaya transparan untukmeningkatkan kontrol dan pengawasan.