Perkuat Posisi, Xendit Akuisisi Startup Lokal Malaysia ‘Payex’

Uzone.id—Startup unicornlokal, Xendit resmi memasuki pasar Malaysia sebagai langkah strategisperusahaan dalam memperluas bisnis mereka pada Januari 2023 lalu.
Demi memperkuat posisinya, startup fintech ini pun resmimengakuisisi startup lokal Malaysia bernama Payex, sebuah gateway pembayaranMalaysia yang berlisensi dari Bank Negara Malaysia.
Melansir dari DealStreetAsia, Kamis, (23/10), Xenditdikabarkan telah mengakuisisi penuh perusahaan fintech Malaysia tersebut.Pengumuman tersebut pun disampaikan dalam acara Selangor Smart City &Digital Economy Convention (SDEC) 2025.
Akuisisi ini sendiri mengikuti investasi awal Xendit diPayex pada awal 2023 sebagai bagian dari masuknya perusahaan ke pasar Malaysia.Dengan adanya akuisisi ini, Xendit secara resmi sudah memperkuat posisi merekasekaligus menegaskan perluasan layanan mereka di luar Indonesia.
Pasca akuisisi, integrasi penuh Payex dan Xendit ditargetkanselesai tahun ini. Nantinya, Xendit akan beroperasi di Malaysia di bawahlisensi lokal Payex untuk menyediakan solusi pembayaran end-to-end di seluruhAsia Tenggara.
Setelah akuisisi, Payex juga akan berganti merek menjadiXendit Malaysia dan menggunakan domain yang sama dengan Xendit.
“Bisnis Malaysia memiliki inovasi dan semangat untuk menjadipemimpin regional, namun sistem pembayaran yang kompleks dan terfragmentasisering menjadi hambatan. Peran Xendit adalah untuk menghilangkanhambatan-hambatan tersebut,” kata Jayson Poon, Country Manager Xendit Malaysia,dalam sebuah pernyataan.
Poon, yang sebelumnya menjabat sebagai eksekutif di BankNegara Malaysia, akan memimpin misi Xendit untuk menghubungkan kebutuhan bisnislokal dengan peluang regional.
Akuisisi ini diambil saat Xendit memperkuat posisinyasebagai mitra pertumbuhan digital Malaysia, sejalan dengan inisiatif nasionalseperti MyDIGITAL dan Rencana Strategis Sektor Keuangan Bank Negara Malaysia.
Semenjak masuk ke Malaysia, Xendit sendiri telah bekerjasama dengan lebih dari 4.500 bisnis lokal dan memproses volume pembayaransebesar lebih dari RM5 miliar atau USD1,05 miliar.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa infrastrukturnya kinimendukung berbagai opsi pembayaran lokal serta menawarkan integrasi lintasbatas dengan Indonesia, Filipina, dan negara lainnya.