Peserta GoZero di Surabaya Blusukan ke TPSA Benowo, Ngapain Aja?
Uzone.id— Rangkaian GoZero%: Grandof Champion Festival yang digelar di Surabaya pada 2 dan 3 Maret 2026 ditutupdengan kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive.
Kegiatan ini menjadi bagian penting bagi para inovatorTelkom untuk mempelajari lebih dalam tentang masalah pengelolaan sampah,khususnya terkait realita dan tantangan tata kelola sampah di tingkat huluhingga hilir.
Kegiatan ini digelar di PLTSa Benowo yang merupakanfasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi Waste toEnergy yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.
Setiap harinya, fasilitas ini mampu mengolah hingga sekitar1.000 ton sampah dan mengubahnya menjadi listrik hingga ±12 MW melaluiteknologi gasifikasi.
Keberadaan PLTSa Benowo tidak hanya membantu mengurangivolume sampah perkotaan, tetapi juga menyediakan sumber energi alternatif yanglebih ramah lingkungan, sehingga menjadi salah satu model percontohan nasionaldalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui observasi langsung di TPSA (Tempat Pemrosesan SampahAkhir) ini, inovator Telkom ditantang untuk membenturkan ide-ide yang telahmereka cipatakan dengan kondisi lapangan demi memastikan solusi yang diciptakanbenar-benar membumi dan relevan dengan permasalahan saat ini.
Di tempat ini, para peserta diajak untuk memahami bagaimanaproses limbah sampah dari daerah Surabaya diolah menjadi listrik. Kegiatan inijuga mencakup diskusi dengan pengelola fasilitas dan tenaga teknis untukmemahami tantangan operasional, efisiensi teknologi, serta dampak lingkungandari sistem pengolahan sampah tersebut.
Para inovator Telkom yang ikut merupakan tim-tim juara darirangkaian acara GoZero% Innovation Festival di 5 regional. Tim-tim pilihantersebut melahirkan banyak ide kreatif terkait pengolahan sampah sebagai bagiandari prinsip ESG di perusahaan Telkom.
Salah satunya adalah tim FOREC (Fiber Optic REcycling &Circularity), mereka menghadirkan solusi pengelolaan limbah kabel serat optikberbasis ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk turunan bernilaitambah, seperti material konstruksi dan paving.
Dalam penerapannya, mereka berkolaborasi dengan mitra daurulang dan fasilitas waste-to-energy dengan tujuan untuk mengurangi tumpukanlimbah (material deadstock) serta mengubah beban biaya menjadi potensimonetisasi.
Keberhasilan FOREC meraih gelar Grand Champion menunjukkanbahwa inovasi mereka tak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga relevandengan kebutuhan lapangan.
Dalam proses validasi, tim ini nantinya diuji untukmembuktikan bahwa solusi yang mereka kembangkan mampu menjawab tantangan nyatadalam tata kelola sampah dan praktik berkelanjutan di lingkungan perusahaan.