Piala Dunia 2026 Jadi Favorit Penjahat Siber Sebar DDoS hingga Hoaks

pada 3 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Turnamen PialaDunia FIFA 2026 ternyata gak cuma jadi ajang sepak bola terbesar di dunia tapijuga jadi target serangan siber paling besar sepanjang sejarah.Fakta ini diungkap dalam riset terbaru yangdiluncurkan Unit 42 Palo Alto Networks–perusahaan siber asal Amerika Serikat.

Turnamen yangsedang digelar di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini tak hanyaheboh di dunia nyata tapi juga membuat berbagai layanan digital, mulai darisistem tiket, pembayaran, hingga platform streaming, berpotensi menjadi sasaranpelaku kejahatan siber.

Unit 42 menilaiPiala Dunia 2026 memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibanding edisisebelumnya. Selain digelar di tiga negara dan melibatkan 48 tim peserta,ancaman siber juga semakin berkembang dan terorganisasi.




Tak hanya itu,ajang 4 tahunan ini diklaim jadi target yang sangat menarik bagi pelaku ancamansiber, kelompok hacktivist, dan penjahat siber yang ingin memperoleh perhatianluas maupun menciptakan gangguan dalam skala besar.

Para pelakuancaman diperkirakan akan menyasar berbagai pihak, mulai dari penyelenggara,penyedia layanan, sponsor, hingga para penggemar. Tujuannya beragam, mulai darimencari keuntungan finansial hingga menciptakan gangguan berskala besar.

Dalam risettersebut, Unit 42 mengidentifikasi tiga jenis ancaman utama selama Piala Dunia2026.

Pertama, gangguanoperasional. Serangan ini bertujuan menghambat jalannya operasionalturnamen. 

Bentuknya dapatberupa serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS), perusakan tampilan situsweb (website defacement), hingga gangguan terhadap sistem digital yangdigunakan stadion, penyelenggara, maupun penggemar.

Kedua, kejahatanfinansial. Ancaman terbesar diperkirakan berasal dari penjahat siber yang inginmemperoleh keuntungan. dengan menguras uang korbannya.

Mereka dapatmelancarkan serangan ransomware terhadap sistem reservasi hotel, mesin kasir(POS), maupun melakukan berbagai modus penipuan yang menyasar para suporteryang hadir di lokasi langsung maupun mereka yang mendukung secara online.




Terakhir,penyebaran hoaks. Selain serangan teknis, penyebaran informasi palsu atau hoaksjuga diprediksi meningkat. Hal ini sering dilakukan dengan menyebar propagandadan narasi yang bertujuan untuk menciptakan kepanikan, kebingungan, danmenurunkan kepercayaan publik selama berlangsungnya turnamen.

Melihat skalayang cukup besar mengenai serangan siber pada pertandingan Piala Dunia 2026ini, para penggemar sepak bola di Indonesia diminta meningkatkankewaspadaan. 

Penjahat siberdiperkirakan memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat melalui berbagaimodus penipuan, seperti penjualan merchandise palsu, layanan streaming ilegal,hingga kode QR berbahaya.

Oleh karena itu,perlu diingat agar tetap menonton pertandingan hanya melalui platform resmiyang memiliki lisensi dari FIFA, hindari membeli tiket atau merchandise melaluitautan maupun aplikasi yang tidak terpercaya, pastikan keaslian akomodasisebelum melakukan pembayaran, terutama jika diminta mentransfer dana di luarplatform resmi.

Bagi kalian yangsering kali keluar menonton bareng, kangen sembarangan memindai kode QR yangditemui di lokasi karena berpotensi mengarah ke situs phishing, gunakan VPNterpercaya atau jaringan seluler saat mengakses layanan penting melalui Wi-Fipublik dan selalu perbarui sistem operasi ponsel dan aplikasi, serta hindarimengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.