Prabowo Sindir Pejabat Beli Mobil Mewah: Mobil Saya Cuma Rp700 Juta!

pada 2 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam terkait alokasi anggaran daerah yang dinilai belum sepenuhnya produktif dan tidak tepat sasaran. 

Kritik tersebut secara spesifik menyoroti pembelian mobil dinas untuk kepala daerah setingkat Gubernur yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 8 miliar.




Dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di Hambalang, Bogor, dikutip Uzone.id, Presiden Prabowo menekankan bahwa dana daerah seharusnya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Presiden Prabowo menyatakan keheranannya atas pengeluaran sebesar Rp 8 miliar hanya untuk satu unit mobil dinas Gubernur. Ia menilai nominal tersebut terlampau mahal dan tidak efisien.

Sebagai perbandingan, Prabowo secara langsung menyebut mobil dinas yang ia gunakan sebagai Presiden.

"Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya 700 juta itu. Mungkin karena ini presiden, ada anti peluru, mungkin jadi 1 miliar. Tapi tidak sampai 8 miliar," tegasnya. 

Hal ini menunjukkan perbandingan biaya yang mencapai sepuluh kali lipat lebih murah untuk kendaraan dinas kepala negara.

Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dalam setiap pengeluaran anggaran publik dan meminta agar semua pengadaan diselidiki. Ia menutup pernyataannya dengan pesan penting bagi para pemimpin daerah.

"Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta." seru Prabowo.

Pesan ini sekaligus menegaskan kembali pentingnya kesadaran dan tanggung jawab para kepala daerah dalam mengelola uang rakyat demi kepentingan umum.




"Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan," ujar Prabowo. 

Ia juga mempertanyakan penggunaan Dana Desa dan anggaran lain di tingkat Bupati dan Gubernur, sambil menegaskan bahwa ia mengambil tanggung jawab untuk memastikan transparansi dan keadilan.