RAM Langka karena AI, Samsung Ogah Naikkan Harga Galaxy A Series

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Di tengah gejolak industri teknologi global yang mulai terdampak fenomena AI bubble dan kelangkaan komponen, khususnya RAM, Samsung memilih mengambil langkah berbeda. Alih-alih ikut menaikkan harga, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini justru mempertahankan banderol Galaxy A Series tetap kompetitif di Indonesia.

Mulai dari Rp1.399.000 hingga Rp6.799.000, harga lini Galaxy A masih berada di level yang relatif stabil. Padahal, di balik layar, industri smartphone saat ini sedang menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya permintaan komponen untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), data center, hingga server komputasi.

Fenomena ini kerap disebut sebagai dampak dari AI bubble, di mana ledakan investasi dan adopsi AI membuat permintaan RAM melonjak drastis. Dampaknya, pasokan menjadi terbatas dan harga komponen cenderung naik. Situasi ini tak jarang berujung pada kenaikan harga perangkat elektronik, termasuk smartphone.





Namun Samsung tampaknya memilih untuk tidak serta-merta membebankan tekanan tersebut ke konsumen.

Dalam keterangan resminya, Samsung menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan smartphone yang terjangkau, relevan, dan tahan digunakan dalam jangka panjang.

"Melalui Galaxy A Series, kami ingin masyarakat Indonesia menikmati inovasi teknologi smartphone yang bermanfaat dan membuka peluang kehidupan lebih baik. Untuk itu, kami berupaya menawarkan harga kompetitif dengan fitur yang relevan untuk penggunaan harian, mulai dari performa yang stabil, baterai tahan lama, hingga keamanan dan dukungan software jangka panjang," tutur Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia melalui keterangannya yang diterimaUzone.id.





Ia melanjutkan, "kami ingin konsumen mendapatkan nilai tambah yang sepadan dengan kebutuhannya."

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bahwa Samsung lebih memilih menjaga loyalitas pengguna ketimbang mengejar margin jangka pendek.

Apalagi, di Indonesia, intensitas penggunaan smartphone tergolong tinggi. Rata-rata pengguna menghabiskan lebih dari tujuh jam per hari di perangkat mereka, baik untuk bekerja, belajar, hiburan, hingga transaksi digital.

Galaxy A07

Di segmen terjangkau, Samsung menghadirkan Galaxy A07 dengan harga Rp1.399.000. Meski berada di kelas entry-level, perangkat ini tidak dibuat sekadar “asal murah”.

Ditenagai Helio G99, Galaxy A07 cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, media sosial, hingga pembelajaran daring. Layarnya berukuran 6,7 inci Super AMOLED dengan refresh rate 90 Hz, menawarkan pengalaman visual yang jarang ditemukan di kelas harga ini.

Foto: Uzone.id

Baterai 5.000 mAh dengan Super Fast Charging juga membuatnya relevan untuk penggunaan seharian. Dari sisi keamanan, Samsung menyematkan Knox Vault, perlindungan IP54, serta Gorilla Glass Victus.

Bahkan, dukungan update hingga enam kali membuat Galaxy A07 terasa sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar ponsel sementara.





Galaxy A17 Series

Bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih, Galaxy A17 Series menjadi jembatan menuju kelas menengah tanpa lonjakan harga signifikan.

Galaxy A17 hadir dengan desain yang lebih ramping dan premium, sementara varian Galaxy A17 5G ditenagai Exynos 1330 untuk performa yang lebih optimal. Dukungan fitur AI seperti Circle to Search with Google dan Gemini Live turut memperkuat daya tariknya.





Di sektor kamera, sensor 50 MP dengan OIS membuat seri ini cukup kompetitif untuk kebutuhan konten harian. Kombinasi desain, performa, dan fitur AI menjadikan Galaxy A17 sebagai opsi menarik di tengah ketatnya persaingan mid-range.

Galaxy A26, A36, dan A56

Di kelas yang lebih tinggi, Samsung menghadirkan Galaxy A26 5G, A36 5G, dan A56 5G dengan harga mulai Rp4,2 jutaan hingga Rp6,7 jutaan.

Galaxy A26 5G menonjol lewat baterai besar dan layar luas, cocok untuk produktivitas. Galaxy A36 5G mengandalkan Snapdragon 6 Gen 3, layar 120Hz, serta sistem pendingin yang lebih besar untuk performa stabil.





Sementara Galaxy A56 5G menjadi varian tertinggi dengan pendekatan lebih premium. Kamera 50MP dipadukan fitur AI seperti Object Eraser, Edit Suggestion, dan Auto Trim memungkinkan pengguna mengedit konten langsung dari ponsel tanpa aplikasi tambahan.

Fitur-fitur ini mencerminkan upaya Samsung untuk membawa teknologi AI yang praktis ke segmen menengah, tanpa harus menaikkan harga secara agresif.