Ramai Platform Streaming Caplok Studio Film, Ada Netflix dan Amazon

Uzone.id— Kabar Netflix yangmau akuisisi Warner Bros. Discovery memang jadi berita besar saat ini. Tapi,Netflix bukan yang pertama yang melakukan akuisisi studio film.
Bisa dibilang, Netflix yang saat ini masih ‘sendiri’menyusul kompetitornya seperti Amazon dan Disney+ untuk memperkaya katalogkonten mereka sekaligus mengurangi saingan dengan cara akuisisi.
Tren platform streaming mengakuisisi studio film hinggasesama layanan streaming pun sudah berlangsung semenjak beberapa tahunterakhir. Amazon Prime yang sudah lebih dulu melakukan strategi ini, ada jugaDisney (induk Disney+) yang mengakuisisi sesama pemain studio film, yaitu Fox.
Nah, untuk lebih rincinya, berikut beberapacaseakuisisi oleh platform streaming (dan induknya) yang cukup bikin kaget sertapunya dampak besar ke industri film dunia.
Amazon Prime Video Akuisisi Metro Goldwyn Mayer (MGM)
Sebelum Netflix, platform streaming punya perusahaan JeffBezos, Amazon Prime Video sudah lebih dulu melakukan akuisisi. Di tahun 2022lalu, layanan streaming ini mengakuisisi studio film, Metro Goldwyn Mayer atauMGM.
Akuisisi ini punya dampak yang cukup signifikan untukplatform Prime dimana mereka kini menguasai konten klasik danfranchiseseperti James Bond, Rocky and Creed hingga filme The Silence of The Lambs danjuga RoboCop.
Amazon menggelontorkan dana senilai USD8,45 miliar atausekitar Rp121 triliun untuk menguasai studio film ini. Dengan harga yang jauhlebih murah dari akuisisi Netflix, Amazon Prime Video menyebut kalau akuisisiini adalah tambang emas konten historis bagi mereka.
Alhasil, platform ini memperkuat posisinya dengan menambahsekitar 4.000 film dan 17.000 episode televisi.
Akuisisi Warner Bros. Discovery (dan HBO Max) olehNetflix
Yang masih hangat terjadi nih, Netflix mengumumkan akuisisiterhadap Warner Bros. Discovery. Ini menjadi akuisisi antara studio film danplatformstreamingyang akan berdampak besar nantinya. Pasalnya, ini akan menjadikonsolidasi terbesar dalam sejarah industri hiburan modern.
Pada pengumuman yang disebar pada Jumat, (05/12), Netflixjuga mengakuisisi mayoritas aset film, televisi, dan layananstreamingmilik Warner Bros. Discovery (WBD). Kesepakatan senilai USD72 miliar sekitarRp1.37 kuadriliun ini menempatkan duaplatform streamingterbesar,Netflix dan HBO Max/HBO di bawah satu kepemilikan.
Apa saja yang akan pindah ke Netflix? Meski belum secararinci dijelaskan, tapi berikut beberapa film populer Warner Bros. yangkemungkinan pindah ke Netflix.
Tentunya, seluruhfranchiseDC Comics (Batman,Superman, Wonder Woman) akan pindah ke platform ini, tak lupa seluruh film diuniverse Harry Potter juga akan beralih ke platform merah ini.
Jangan lupakan serial premium ikonik sepertiGame ofThrones,House of the Dragon,Succession, danThe Sopranosyang juga akan ikut pindah ke Netflix.
Langkah besar ini tidak hanya mengamankan posisi Netflixsebagai pemimpin global, tapi juga diprediksi mengakhiri perangstreamingyang intens dengan menghilangkan pesaing utama seperti HBO Max.
Sayangnya, akuisisi ini bikin netizen khawatir karena munculkemungkinan Netflix akan ‘mengakhiri’ era dan budaya menonton film secara fisikalias offline. Netflix kemungkinan akan menerapkan ‘budaya streaming’ merekadengan merilis film dengan jadwal bioskop yang sangat terbatas.
Selain itu, film-film yang franchise yang dirilis WarnerBros. juga dikhawatirkan akan menjadi milik Netflix secara eksklusif dan tidakmemiliki perilisan global seperti saat ini.
Disney+ Hotstar akuisisi sesama platform streaming ‘Hulu’
Sebelum Netflix, ada Disney+ Hotstar yang melakukan akuisisidi tahun yang sama. Bedanya, kalau Netflix mencaplok studio film, Disney+ lebihdulu mengakuisisi sesama platform streaming, yaitu Hulu.
Pada Oktober 2025, Disney+ resmi membeli seluruh saham Hulumilik Comcast melalui anak usahanya, NBCUniversal, dengan total nilai transaksisekitar USD9 miliar atau sekitar Rp146 triliun.
Langkah ini menandai akhir dari kepemilikan bersama Huluyang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Dengan tuntasnya akuisisiini, Disney kini menguasai 100 persen saham Hulu.
Dengan rampungnya kesempatan tersebut, Hulu secara resmidisuntik mati pada Rabu. meski sudah dimatikan, kalian masih bisa menikmatiHulu karena tayangan-tayangannya kini berpindah ke Disney+ Hotstar.
Disney mengumumkan kalau Hulu akan tersedia dan menggantikanbrand Star mulai hari ini, Kamis, (09/10) dan menjadi salah satu hub kontenDisney untuk para pengguna.
Transformasi ini juga akan diikuti dengan perubahan namaDisney+ Hostar menjadi Disney+ di Indonesia.
“Kekuatan dan nilai merek Hulu akan menjangkau penonton diseluruh dunia ketika Hulu menjadi merek hiburan umum global di Disney+,menggantikan Star di pasar internasional,” kata Disney dalam blog resminya.
Berbeda dengancasesebelumnya, akuisisi inisebenarnya dilakukan oleh induk Disney+ yaitu The Walt Disney Company. Tapitetap saja, dampak nyatanya cukup terasa untuk platform streaming mereka, yaitu Disney+ dan juga Hulu.
Disahkan pada tahun 2019, akuisisi ini menggelontorkan danasenilai USD71 miliar atau sekitar Rp1 kuadriliun kala itu.
Dengan akuisisi ini, Disney berhak atas film-film dari 20th CenturyStudios, termasuk kembalinya karakter X-Men dan Fantastic Four ke Marvel Studios (yang sudah diakuisisi lebih dulu) sertakonten TV populer dari FX dan National Geographic.
Untuk lebih detailnya, Disney secara sah membeli 20thCentury Fox, Fox Searchlight Pictures, Fox 2000 Pictures, Fox Family, FoxAnimation, 20th Century Fox Television, FX Productions, Fox21, FX Networks,National Geographic Partners, Fox Networks Group International, Star India,saham Fox di Hulu, Tata Sky, dan Endemol Shine Group.
Tencent (induk WeTV) yang akuisisi Iflix
Akuisisi sesama platform streaming juga terjadi di pasarAsia. Tencent, induk dari platform streaming WeTV mengakuisisi platformstreaming Malaysia, Iflix.
Akuisisi Iflix ini memberikan WeTV akses cepat ke 25 jutalebih pelanggan di 13 negara di Asia Tenggara dan Selatan termasuk Indonesia,Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Maladewa, Myanmar,Pakistan, Vietnam Kamboja, Nepal dan juga Bangladesh.