Rasanya Melibas Jalur Ciletuh Pakai Changan Deepal S05
.jpg)
Uzone.id-Rute Ciletuh memang menawarkan jalur yang menantang dan tidak semua mobil bisa melakukannya. Dan kami berkesempatan untuk menguji langsung mobil terbaru dari Changan, Deepal S05. Sanggupkah mobil ini melibas rute tersebut?
Changan Deepal S05 sendiri ditawarkan dalam dua pilihan teknologi; hybrid REEV dan full elektrik. Keduanya sama-sama menawarkan sensasi khas mobil listrik, meski beda teknologi dan cara kerjanya.
REEV mengandalkan mesin bensin sebagai genset, sehingga bisa menawarkan jarak tempuh yang lebih baik, klaimnya 1.000 km lebih, sementara versi BEV sudah full elektrik dengan jarak tempuh baterainya mencapai 470 km (NEDC).
Secara dimensi, mobil ini juga lebih kompak dari saudaranya, Deepal S07. Dengan dimensi panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, serta wheelbase 2.880 mm terpanjang di kelasnya.
Impresi berkendara
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan karakter lalu lintas yang padat. Dalam kondisi stop-and-go, Deepal S05 dan Deepal S05 REEV tampil dengan sensasi berkendara yang halus sekaligus responsif berkat platform EPA1 All Electric Digital Platform.
Menariknya, untuk versi REEV bahkan getaran mesin sangat halus dan tidak terdengar sampai di dalam kabin, sehingga kami tidak menyadari kalau mesin bensin sedang bekerja mengecas baterai.
Urusan performa, keduanya mirip-mirip dan menawarkan torsi instan khas mobil listrik. Versi REEV punya tenaga 210 hp dan torsinya 320 Nm, sementara versi EV tenaganya 268 hp dan torsinya 290 Nm.
Ada dua perbedaan dari sisi performa. Versi REEV lebih besar di torsi sementara versi EV lebih besar di tenaga. Namun ketika dikendarai, respon dan akselarasi keduanya hampir tidak terasa perbedaannya.
Melewati rute yang beragam dengan jarak lebih dari 350 km, Deepal S05 versi EV mencatatkan konsumsi listrik 11 kw per 100 km, sementara versi REEV punya catatan konsumsi BBM rata-rata 25 km per liter.
Nah, kalau urusan performa kedua mobil ini mirip-mirip, tapi ada sedikit perbedaan karakter pada sektor handling. Dan ini semakin tegas kami ketahui ketika mobil sudah berada di rute kawasan Ciletuh yang berliku dan dominan tanjakan serta turunan.
Kami lebih suka handling dari Changan Deepal S05 REEV karena pergerakan mobil lebih kaku dan redaman suspensinya lebih keras, jadi di tute seperti ini lebih sesuai, presisi dan mobil lebih mudah dikendalikan.
Berbeda ketika kami mencoba juga Deepal S05 versi EV. Terasa lebih nyaman terutama di jalan tol, karena bantingan suspensinya lebih empuk.
Namun untuk rute kawasan Ciletuh, kami kurang bisa memompa potensi maksimal mobil karena faktor handling tersebut, dimana bantingan suspensi yang empuk tersebut membuat pergerakan mobil jadi lebih sering mengayun.
Faktor bobot baterai sepertinya jadi pembeda, sementara versi REEV lebih balance, karena baterai tidak sebesar versi EV dan ada bobot mesin di depan yang turut membantu optimalisasi keseimbangan mobil saat bermanuver.
Kesimpulan
Changan memang seolah ingin menawarkan dua karakter yang berbeda pada satu jenis mobil. Kalau kalian mau yang nyaman dan kebanyakan di perkotaan, versi EV lebih menjanjikan, tapi kalau sesekali mau perjalanan jauh, REEV punya keuntungan lebih.
Secara umum, mobil ini tergolong nyaman. Kami suka kualitas material kabinnya dan sederet fitur canggih juga berfaedah selama di perjalanan.