Ratusan Googler Demo, Minta Google Stop Dukung Israel

pada 3 bulan lalu - by

Uzone.id –Konflik kemanusiaan di Palestina terus berlanjut hingga saat ini. Protes dari belahan dunia pun terus digaungkan agar Israel berhenti menyerang Palestina. Baru-baru ini, ramai ratusan Googler (sebutan untuk karyawan Google) melakukan aksi serupa terhadap perusahaan mereka.

Lebih dari 600 Googler telah menandatangani surat yang ditujukan kepada pimpinan pemasaran Google untuk membatalkan dukungan sponsor perusahaan pada konferensi Mind the Tech, sebuah konferensi tahunan yang mempromosikan industri teknologi Israel di New York.

“Tolong tarik diri dari Mind the Tech, sampaikan perminta maafan dan dukung para Googler dan pelanggan yang berduka atas banyaknya korban di Gaza. Kami membutuhkan Google untuk berbuat lebih baik,” tulis surat tersebut dikutip dariWired.

Surat ini ditandatangani dan dibagikan pertama kali pada akhir Februari 2024 lalu dan ditulis bersamaan dengan penyelenggaraan kampanyeNo Tech for Apartheid.Kampanye ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu meminta Google untuk mengakhiri Project Nimbus, sebuah proyek komputasi cloud Israel.

 

 

KampanyeNo Tech for Apartheidmenuduh bahwa ketentuan kontrak Nimbus memungkinkan teknologi cloud dari perusahaan AS, termasuk alat kecerdasan buatan, digunakan untuk tujuan militer, termasuk untuk pengawasan, yang merupakan aspek pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Salah satu video protes terkait kampanye ramai dibicarakan di media sosial, termasuk X dan Instagram. Salah satu teknisi Cloud Google menginterupsi pidato direktur pelaksana Google Israel, Barak Regev. Kejadian ini dilakukan dalam konferensi Mind the Tech tersebut.

Teknisi yang tidak diketahui namanya ini menyerukan bahwa dirinya tidak ingin karya/kerja kerasnya digunakan untuk tujuan genosida.

Ia ikut menginterupsi acara tersebut dengan seorang penyelenggara yang tergabung dalam kelompok anti-Zionis Israel, Shoresh dan Jewish Voices for Peace.

Setelah itu, teknisi ini mengatakan bahwa ia harus melakukan protes tersebut dan berharap teknisi Google Cloud lainnya bisa mendukung kampanye tersebut. Sementara setelah protes ini, dua teknisi dipaksa keluar dari acara tersebut beserta salah satu awak media yang memberitakan hal ini.

 

 

Selain teknisi Google, salah satu insinyur software YouTube, Zelda Montes, juga ikut menunjukkan solidaritasnya terhadap warga Palestina dimana ia mengatakan bahwa teknologi AI Israel digunakan dalam pengawasan dan genosida terhadap rakyat Palestina.

“Di saat ‘kepemimpinan’ kita terus mengecewakan kita, saya berharap kita sebagai pekerja Google merasa lebih berdaya untuk saling peduli dan bertanya pada diri sendiri apa yang bisa kita lakukan untuk secara kolektif melawan penindasan,” kata Montes.

Surat yang menyerukan Google untuk membatalkan hubungannya dengan Mind the Tech telah disebar lewat email internal karyawan, termasuk karyawan Google Muslim, Arab, dan anti-Zionis. Penandatangannya mencakup karyawan tetap Google serta karyawan sementara, vendor, dan kontraktor.