Relawan TIK Jabar Gandeng Uzone, Dorong Mahasiswa Kritis Hadapi AI

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Relawan TIK (RTIK)Jawa Barat sukses menggelar seminar nasional bertajuk “Membangun LiterasiDigital di Era Kecerdasan Artificial” sebagai bagian dari komitmen mereka untukmeningkatkan literasi di kalangan masyarakat–khususnya anak-anak muda.

Digelar di Universitas Muhammadiyah, Kamis, (05/02) lalu,seminar ini merupakan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah KabupatenCirebon, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Uzone.id dan juga Telkomsel.

Acara ini diisi oleh Ketua Relawan TIK Jawa Barat MuhammadArifin,Supervisor Mobile Postpaid Customer & Community (MPCC)TelkomselBranch Cirebon Yudi Gustaman, sertaVice Editor in Chief Uzone.idSusetyoPrihadi, dengan panduan moderator Khusnul Amalia dari Relawan TIK KabupatenCirebon.



Panelis ini akan membagikan pandangan mereka terkaitperkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, khususnyadalam lingkup digital. 

Tak hanya itu, para panelis juga mengajak ratusan pesertauntuk bertukar pandangan mendalam mengenai cara kerja, potensi hingga dampakyang ditimbulkan AI di dunia informasi dan juga komunikasi.

Muhammad Arifin selaku Ketua Relawan TIK Jawa Baratmengungkapkan bahwa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan mendasar untukgenerasi-generasi muda, khususnya untuk memahami dan memilah informasi di ruangdigital.

“Di era AI, literasi digital tidak hanya soal bisamenggunakan teknologi, tapi juga memahami dampaknya, baik dari sisi etika,keamanan, maupun keakuratan informasi,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Ia menambahkan bahwa pemahaman ini menjadi modal pentinguntuk melindungi diri dari paparan hoaks, disinformasi, dan penyalahgunaanteknologi.


Yudi Gustaman, SPV MPCC Brand Telkomsel Cirebon jugamenambahkan kemudahan akses terhadap informasi dan konten tanpa filter menuntutpenguatan literasi digital yang mumpuni.

"Jangan sampai kita disibukkan dengan meng-upgradehandphone kita atau aplikasi di dalamnya, tapi lupa untuk meningkatkan polapikir dan literasi digital kita, untuk lebih kreatif dan bijaksana dalammenggunakannya,” katanya.

Maka dari itu, adanya Program Internet BAIK (BertanggungJawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) turut mendorong terciptanya ekosistemdigital yang produktif, termasuk penerapan etika digital, perlindungan datapribadi, hingga pemanfaatan internet untuk melahirkan inovasi dan karya yangbermanfaat bagi orang lain.




Di sisi lain, Editor in Chief Uzone.id, Trisno Heriyantomenjelaskan bahwa saat ini pemanfaatan AI memiliki jangkauan yang cukup luasmulai dari hal yang sederhana hingga kompleks sekalipun.

Salah satunya adalah penggunaan AI untuk memantau gangguanpertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi atau stunting.Kehadiran AI tersebut dinilai bisa membantu meningkatkan efektivitas pemantauanlayanan kesehatan di setiap daerah.

“AI menghasilkanautomated priority rankingyangmenyusun urutan wilayah atau kelompok sasaran berdasarkan tingkat urgensi,serta menyediakan rekomendasi operasional yang siap ditindaklanjuti, sepertipeningkatan kunjungan ibu hamil, optimalisasi intervensi untuk Bayi di BawahDua Tahun (Baduta), hingga penguatan distribusi kader,” ujar Trisno dalamsambutannya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Komunikasi dan InformatikaKabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menggaris bawahi kalau AI bukan lagisekedar wacana masa depan tetapi hal nyata yang kini sudah terintegrasi dalamberbagai layanan digital.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan selarasdengan tanggung jawab dan etika. Literasi digital tidak boleh hanya dimaknaisebagai kemahiran teknis dalam mengoperasikan gawai, melainkan harus mencakupkemampuan berpikir kritis untuk menyaring derasnya arus informasi.

“Dunia saat ini telah memasuki era kecerdasan artifisial.Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi menyangkutcara berpikir kritis dalam menyaring informasi dan bersikap bijak terhadapteknologi,” ungkapnya.

Melihat penggunaan dan intergrasi AI yang semakin luas,peran mahasiswa pun menjadi salah satu elemen vital saat ini. Mereka dianggapsebagai agen perubahan dalam menciptakan budaya digital yang sehat.

AI sendiri merupakan alat bantu pembelajaran yang sangatbermanfaat namun, penggunaannya tetap dilakukan secara bijak dan penuh tanggungjawab.

Melalui seminar ini, para peserta diajak untuk memahamibagaimana teknologi AI bekerja dan bagaimana memanfaatkannya secara positifserta produktif. Adanya edukasi seperti ini pun diharapkan memberi kontribusipositif untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna pasif,tetapi mampu berpikir kritis terhadap konten digital yang mereka konsumsisetiap hari.