Review Hyundai IONIQ 5 N Line: Boros Baterai tapi Sebanding Performa!
.jpeg)
Uzone.id- Hyundai IONIQ 5 N jadi mobil listrik terkencang yang pernah dijual oleh pabrikan asal Korea Selatan itu di Indonesia. Gimana ya rasanya kalau mobil sekencang itu digunakan sebagai transportasi harian?
Hyundai meluncurkan IONIQ 5 N sebagai manifestasi yang bukan hanya soal komitmen untuk kendaraan ramah lingkungan tapi juga bisa memberikan performa tinggi.
PT Hyundai Motors Indonesia memberikan Uzone.id kesempatan untuk bersenang-senang dengan mobil listrik high performance itu selama beberapa hari.
Desain lebih gahar
Secara tampilan, sekilas antara IONIQ 5 N dan IONIQ 5 biasa memang cukup mirip karena keduanya masih menggunakan basis desain yang sama.
Tapi kalau dilihat lebih detil, terdapat banyak perbedaan antara Hyundai IONIQ 5 N dan IONIQ 5 biasa.
Dimulai dari wajahnya, IONIQ 5 N memiliki ventilasi pendingin dinamis dan paduan aerodinamis yang dibuat dengan presisi di gril dan bumper yang di lekukan dengan cermat.
Di belakangnya juga sama, beberapa perangkat aerodinamis di spoiler yang melengkung dan bumper juga dipahat agar memberikan kestabilan di performa tinggi.
Artinya desain-desain yang membuat Hyundai IONIQ 5 N ini berbeda dari versi biasanya bukan sekedar untuk estetika versi kencang saja, melainkan punya fungsi yang krusial.
Bagian kaki-kaki juga dipikirkan oleh Hyundai, karena bisa dilihat IONIQ 5 N memiliki pelek yang lebih ringan dan jauh lebih besar yakni 21 inci untuk meningkatkan cengkraman, pengendalian, dan respon pengemudi.
Masuk ke interiornya, Hyundai IONIQ 5 N dilengkapi setir N Line. Sayangnya setir ini tidak memberikan kesan sporty seperti tampilan eksteriornya.
Namun terdapat beberapa tombol dengan warna kontras yang membuatnya terlihat berbeda dari versi biasa.
Mulai dari tombol N Grin Boost, N Mode, dan Power Mode yang bisa pengemudi mainkan dengan mudah sesuai kebutuhan saat berkendara.
Rasa sporty baru terasa saat melihat jok dari Hyundai IONIQ 5 N. Bagaimana tidak? Pabrikan Korea Selatan ini menempatkan dua kursi balap ringan N Sport untuk pengemudi dan penumpang depan.
Kursi balap ini bukan hanya memberikan nuansa sporty, tetapi juga mendukung gaya berkendara high performance dengan kemampuannya membuat pengendara tetap diam di tempat saat bermanuver.
Performa yang tak diragukan
Sebelum membicarakan impresi berkendara, ketahui dulu spesifikasi dari Hyundai IONIQ 5 N. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 84 kWh dan dual electric motors yang mampu melejit hingga 21.000 rpm.
Performa tersebut merupakan hasil integrasi Electric Global Modular Platform (E-GMP) dengan teknologi motor sport dari Hyundai N.
Sehingga mobil listrik ini bisa menghasilkan output maksimal 448 kW atau setara 609 PS dan torsi 740 Nm. Angka ini saja sudah sangat buas, belum lagi jika N Grin Boost diaktifkan bisa mencapai 478 kW atau 650 PS dan torsi 770 Nm.
Pabrikan mengklaim akselerasinya hanya butuh 3,5 detik untuk mencapai 100 km/jam dan 3,4 detik saja jika menggunakan N grin Boost.
Bahkan kecepatan maksimumnya bisa mencapai 260 km/jam untuk pengalaman berkendara yang lebih menantang.
Nah kalau dipakai harian, semua kegaharan tersebut terasa biasa saja. Karena tidak ada jalan raya manapun yang bisa digunakan untuk mengeluarkan semua potensi Hyundai IONIQ 5 N.
Jika digunakan harian, Hyundai IONIQ 5 N cukup mirip dengan mobil listrik pada umumnya, khususnya IONIQ 5 versi biasa.
Artinya, Hyundai IONIQ 5 N dengan segala potensinya yang bisa bikin orang ketakutan, pada kenyataannya tetap bisa dikendarai dan dikendalikan secara normal.
Pada mode Eco, mobil terasa cukup halus sehingga masih memberikan kenyamanan berkendara baik di dalam kota ataupun perjalanan jauh.
Kaki-kakinya juga terasa cukup empuk untuk meredam jalan yang tidak rata, sehingga masih memberikan kenyamanan.
Sayangnya jika dalam mode Eco atau N Mode tidak dinyalakan, mobil ini terasa bergetar yang bisa dirasakan pada kemudi saat menyentuh kecepatan 130 km/jam.
Hanya saja ada beberapa hal yang cukup berbeda dari Hyundai IONIQ 5 N yang justru membuat pengemudinya terasa lebih ribet untuk membawa mobil ini.
Dimulai dari joknya yang belum electric, memang untuk balap dengan bucket seat, tapi kalau dipakai harian jadi tidak sepraktis versi IONIQ 5 biasa.
Setir juga terasa cukup berat untuk dirotasi, mungkin karena penggunaan pelek yang besar dan tapak lebar, membuat power steering juga perlu bekerja lebih keras untuk membuat ban berbelok.
Ditambah lagi, radius putar ban depan yang sangat dekat, membuat manuver Hyundai IONIQ 5 N di celah sempit seperti parkiran basement atau mall terasa lebih sulit.
Tapi semua hal yang lebih ribet pada Hyundai IONIQ 5 N memang dirancang agar mobil tetap stabil saat digunakan dalam performa tinggi.
Karena pada saat N Mode dinyalakan, semuanya berubah, suspensi dibuat lebih kaku secara elektronik agar mobil tetap stabil di kecepatan tinggi.
Kondisi ini membuat mobil bisa berakselerasi dengan lebih instan dan mampu mencapai kecepatan tinggi, bahkan tak lagi bergetar saat mencapai kecepatan 130 km/jam.
Kami juga sempat memaksa mengetes pada dini hari hingga mencapai 200 km/jam, tapi mobil terasa cukup stabil dan bisa dikendalikan. Tapi jangan ditiru ya!
Pengemudi juga bisa merasakan layaknya perpindahan gigi transmisi berkat N E-Shift. Jika mode ini diaktifkan, paddle shift yang tadinya untuk mengatur regenerative braking berubah menjadi tuas transmisi artifisial.
Hyundai memberikan simulasi transmisi DCT 8-percepatan termasuk pencocokan putaran mesin dan sensasi hentakan antar perpindahan gigi. Bahkan saat deselerasi, transmisi artifisial ini juga bekerja layaknya komponen sungguhan.
Terlebih N Active Sound+ benar-benar memberikan sensasi sebuah mobil balap berkat suara artifisial yang diberikan.
Meskipun akselerasinya kencang dan kecepatannya bisa mencapai 200 km/jam, sistem pengereman pada Hyundai IONIQ 5 N juga telah ditingkatkan.
Sehingga pengemudi tetap bisa melakukan pengereman yang kuat tanpa khawatir mobil tidak dapat berhenti dengan cepat.
Sayangnya ada beberapa mode yang tidak bisa kami coba pada Hyundai IONIQ 5 N, salah satunya N Drift Optimizer yang membutuhkan kemampuan khusus untuk melakukan drifting.
Ada juga N Launch Control yang tidak bisa kami gunakan, karena selama pengetesan mobil tidak digunakan dalam lintasan balap atau drag race.
Nah setelah bersenang-senang dengan Hyundai IONIQ 5 N, tentu ada harga yang harus dibayar yang mana tidak cocok untuk kaum mendang-mending.
Karena Hyundai IONIQ 5 N selama kami gunakan tercatat memiliki konsumsi daya sebesar 4,4 km/kWh. Artinya baterai besarnya yang mencapai 84 kWh tidak bisa diandalkan untuk perjalanan yang jauh.
Karena jika baterai itu habis dan Anda mau mengisi dayanya bisa membutuhkan biaya hingga Rp200 ribu untuk dapat charging hingga penuh.
Nominal ini memang terlihat cukup normal pada mobil bensin, tapi di mobil listrik angkanya tergolong tinggi.
Kesimpulan
Hyundai IONIQ 5 N memang mobil listrik performa tinggi, tapi bukan untuk kaum mendant-mending. Karena harga banderolnya saja mencapai Rp1,5 miliar untuk on the road Jakarta.
Terlebih jika mencari mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jauh baik keluar kota, mudik, ataupun sekedar liburan.
Belum lagi soal perawatan seperti penggantian ban EV berukuran 21 inci yang tentunya tidak murah, serta konsumsi dayanya yang boros.
Seperti kendaraan sport pada umumnya saja, Hyundai IONIQ 5 N adalah tunggangan hobi yang bisa diandalkan untuk bersenang-senang.
Tapi kalau kalian punya duit dan tidak masalah dengan perawatannya, Hyundai IONIQ 5 N masih bisa kok dipakai buat harian.