Review Infinix Hot 60 Pro+: Lebih dari Sekadar HP Tipis Rp2 Jutaan

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Infinix Hot 60 Pro+ ini sejujurnya bukan cuma jualan ‘bodi tipis’ saja di harga yang terbilang ramah kantong, yakni Rp2 jutaan. Ponsel ini menawarkan sejumlah fitur yang dapat mendukung berbagai aktivitas penggunanya sehari-hari, dari memanfaatkan AI, multitasking, hingga kamera. 

Kami sudah menggunakan Infinix Hot 60 Pro+ sebagai perangkatdaily, dan berikut ini review lengkapnya. 

Bukan sekadar bodi tipis


Sektor ini, jelas jadi jualan utama Infinix Hot 60 Pro+. Karena jujur,smartphoneini kasihexperienceyang sangat berbeda dibanding ponsel Rp2 jutaan kebanyakan, yakni desain stylish yang dikemas dalamform factorsuper tipis dan ringan.


Emang beda rasanya genggamsmartphoneini, enteng banget dan agak kagok buat kami yang biasanya pakaismartphoneflagshiplumayan tebal. Bayangin, bobot Infinix Hot 60 Pro+ cuma 155 gram dengan ketebalan bodinya hanya 5,95 mm, serta punya profil bodi dengan sisi-sisi yang melengkung.


Ya, sisi paling tipisnya kurang dari 6 mm, hanya beda 0,15 mm dari Samsung Galaxy S25 Edge dan 0,35 mm dari iPhone Air. Bahkan, ketebalansmartphoneini juga lebih tipis dari saudaranya, Tecno Spark 40 Pro+ yang sebelumnya kami review. 

Desain keseluruhannya juga nggak pasaran. Unit Infinix Hot 60 Pro+ juga tampil dalam beberapa opsi warna, unit yang kami review sendiri dibalut Coral Tides yang melapisi bodi berbahanfiber glass


Warna ini terlihatplayful, dominan warna merah muda dengan efek gradasi halus ke biru muda di bagian bawahnya.  Warnanya juga punya tekstur yang halus dan tidak mudah kotor karena jejak sidik jari. Infinix juga mengerti kalau warna seterang ini harus tetap dipamerkan, tanpa mengorbankan keamanan darismartphoneitu sendiri. 

Makanya, tersediahardcaseyang juga tipis dalam paket pembelian. Casing ini diberikan alur garis yang bergelombang, yang membuatnya saat digenggam.


Soal ketipisan sudah bikin kaget, tapi itu belum ada apa-apanya dibanding material yang digunakan Infinix untuk membuat ponsel ini. 

Plastik? Bukan, tapi aluminium standaraerospaceyang berkekuatan sama sepertismartphone flagship. Ditambah dengan struktur ruang baru yang lebih stabil dan ramping, serta didesain untuk ketahanan ekstra, Infinix mengklaim kalau bodinya tetap tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter.

Saat ponsel ini dipegang, memangfeel-nya terasa kokoh dan premium. Bodinya yang tipis juga terasa padat, tanpa ada kesan ringkih atau kopong saat diketuk bagian belakangnya. 


Di depan, Infinix juga tak tanggung-tanggung, kasih lapisan Gorilla Glass 7i untuksmartphoneini. Bonus, Infinix Hot 60 Pro+ juga sudah mengantongi rating IP65 yang artinya tahan debu dan sanggup menahan semprotan air bertekanan rendah, seperti air hujan misanya.

Saat pertama kali melirik ponsel ini, selain tipis, kami juga lumayan terkesima dengan ketersediaan tiga kamera pada Infinix Hot 60 Pro+. Namun ternyata, dugaan kami salah, kamera yang sebenarnya hanya satu, yakni 50 MP di bagian atas. 

Dua modul di bawahnya, ternyata untuk sensor depth dan IR Blaster. Khusus di modul paling bawah, Infinix juga melengkapinya dengan Active Halo Lighting, lampu LED putih di sekeliling lensa yang bisa menyala untuk berbagai skenario, termasuk notifikasi pesan atau panggilan masuk.


Bicara sekelilingnya, terdapat tombol volume dan power di sisi kanan, speaker utama di bagian bawah, dengan USB-C, mikrofon, dan slot kartu SIM. 

Di depan, layarnya terlihat bersih. Namun, terdapat sensorproximitydi sana dengan dua LED flash untuk selfie di bagian bezel atasnya. Kemudian, ada speaker sekunder yang juga berfungsi sebagaiearpiece

144Hzsih, tapi…


Desain sudah bikin kagum, layar juga sama. Ingat, melengkung, maka panel yang digunakan pasti AMOLED. Layar AMOLED-nya seluas 6,78 inci denganrefresh rate144Hz dan suguhkan resolusi super tajam di kelasnya, 1.224 x 2.720 piksel.

Layarnya berhasil suguhkan visual yang maksimal untuk banyak hal, dari nonton film hingga gaming kasual, puas banget rasanya di Infinix Hot 60 Pro+. 

Danrefresh rate, ada tiga pengaturan yang bisa dipilih, Auto Switch, Standar yang membatasi di 60 Hz, dan High yang mampu tampilkanrefresh rate144Hz. 


Nah, inilah yang agakgimmick. Memang sih 144Hz, tapi hanya tiga aplikasi saja yang dapat ditampilkan di kecepatan setinggi ini, yakni Settings, Messages, dan Phone. Tiga aplikasi ini bisa diatur kecepatannya pada Customize App Refresh Rate di pengaturan layar.

Cuma ada baiknya. Pengaturan kustom ini, berarti memungkinkan kami untuk memilihrefresh ratekhusus untuk setiap aplikasi, terutama gaming. Fitur ini tentu memberikan pengalaman layar yang mulus dan konsisten. 

Oh ya, jangan harap layarnya bisa memutar video HDR, karena layar Infinix Hot 60 Pro+ belum mendukungnya. 

AI lengkap di harganya


Banyak sektor yang menggoda di Infinix Hot 60 Pro+, sistem operasi jadi salah satunya. XOS 15 berbasis Android 15, sejujurnya bukanlah sistem operasi favorit kami. Beberapa hal masih saja ada yang bikin malas, sepertibloatwareyang segudang dan peralihan antar aplikasi yang kurang mulus rasanya, bila sudah banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Tapi, ada dua kelebihan utama yang kami sangat apresiasi dari XOS, yakni jaminan update OS dan Infinix AI yang super lengkap.

Pertama soal jaminan update. Infinix menjanjikan tiga kali update versi OS dan lima tahunsecurity patch. Untuk sebuah HP di kelas harganya, jaminan update sepanjang ini jelas luar biasa.

Kedua, Infinix AI. Ada Gemini dan kemampuan Circle to Search, jelas karena basisnya sudah Android 15. Bahkan kemampuan Share Screen with Live juga hadir di Infinix Hot 60 Pro+.


Tapi selain Gemini, ada Folax yang bisa juga kalian aktifkan. Ini adalah asisten suara buatan Infinix sendiri yang berbasis DeepSeek R1. Kalian bisa mengaktifkannya (tentu dengan ‘mematikan’ Gemini) hanya lewat Quick Button atau tombol Power. 

Selain Folax, ada Infinix AI. Ini spesialnya, karena AI ini mampu melakukan terjemahan secara langsung, memoles tulisan, hingga merangkum dokumen, dan semuanya mendukung Bahasa Indonesia. 


Infinix AI juga mendukung fitur seperti Sketch to Image-nya Galaxy AI. Kalian bisa mengubah sketsa apapun menjadi gambar yang jauh lebih baik via aplikasi Notes. Membuat wallpaper sendiri juga bisa, serta ada fitur edit foto yang bukan sekadar menghapus objek saja, bahkan dapat memperbesar rasio gambar. 


Jangan berharap lebih buat performanya


Infinix Hot 60 Pro+ ditenagai prosesor MediaTek Helio G200, chip 6nm yang kalau boleh jujur,plek ketipleksama dengan Helio G100, dimana Helio G100 pun kurang lebih sama spesifikasinya dengan Helio G99 yang sudah populer.

Konfigurasi CPU-nya terdiri dari 2xperformance-coreCortex-A76 pada kecepatan 2,2 GHz dan 6xefficiency-coreCortex-A55 pada kecepatan 2 GHz. Pembeda utama dengan Helio G100 (dan juga Helio G99) adalah GPU Mali-G57 MC2 yangclock speed-nya sedikit lebih kencang (1,1 GHz).

Untuk mendampingi chipset itu, HP ini dibekali RAM 8 GB LPDDR4X dan memori internal UFS 2.2 256 GB. Perlu diingat, tak ada slot microSD padasmartphoneini, jadi penyimpanannya tidak bisa diperluas lagi.


Untuk menguji performanya, kami menggunakan beberapa aplikasi benchmark. Satu catatan, jangan berharap banyak ponsel ini bisa kasih kinerja tinggi dengan skor AnTuTu di atas 1 juta poin. Untuk selengkapnya, berikut detail hasil yang kami dapatkan:

  • AnTuTu Benchmark v11: 582.607 poin
  • Geebench 6 CPU: 731 poin (single-core), 1.944 poin (multi-core)
  • PCMark Work 3.0: 10.800 poin
  • 3DMark Wild Life Stress test: 1.370 poin (best loop), 1.361 poin (lowest loop), stability: 99,3 persen

Sesuai kelas harganya, Infinix Hot 60 Pro+ memang tidak dirancang untuk adu benchmark gila-gilaan. Dari AnTuTu saja, skornya solid, dalam artian memang bisa dibilang setara dengan ponsel lain yang ditenagai MediaTek Helio G99 dan Helio G100, atausmartphonedi rentang harga yang serupa.

Yang cukup impresif dari pengujian kami, walau ponsel ini tipis, ternyata manajemen suhunya ternyata bagus. Chipset Helio G200 terbukti adem di Infinix Hot 60 Pro+. 


Selama 20 putaran tes berat di 3DMark, suhu ponsel hanya berkisar antara 36°C hingga 39°C. Jadi, meski performa mentahnya standar di kelasnya, konsistensi dan suhunya yang dingin jadi nilai tambah.

Bicara soal baterainya, Infinix Hot 60 Pro+ dibekali baterai 5.160 mAh yang terbilang jumbo untukform factor-nya yang begitu tipis. 

Dari pengujian kami di PCMark, baterai ini mencatatkan waktu aktif lebih dari 13 jam! Itu artinya, kalau dipakai normal, seharian penuh dari pagi sampai malah sih masih aman, meski agak sulit untuk bisa ditarik sampai hari kedua.

Untuk pengisian daya, HP ini punyafast charging45W.Charger-nya sudah ada di dalam boks, jadi nggak perlu beli lagi. Kecepatan pengisiannya standar, nggak yang super ngebut tapi cukup oke buat kelasnya, yakni sekitar 65-70 menit. 

Yang menarik, Infinix Hot 60 Pro+ sudah dukung Bypass Charging yang mengalirkan langsung daya ke mesin, tidak melewati baterai. Fitur ini menekan peningkatan suhu perangkat, juga membuat baterai jadi lebih awet. 

Ada jugareverse charging10W yang membuat ponsel ini jadi powerbank dadakan. Cuma satu yang absen, yakniwireless charging, tidak seperti Tecno Spark 40 Pro+. 



Ternyata, kameranya oke juga


Di belakang, ada tiga lingkaran kamera yang disusun vertikal. Tapi sebenarnya, kamera yang benar-benar bisa dipakai hanyalah satu. Setidaknya, Infinix kasih estetika desain yang pas lah, daripada cuma kasih satu lensa kamera saja pada ponsel berukuran layar di atas 6 inci, kayak kosong aja belakangnya, kan?

Jadi, kamera utamanya 50 MP, posisinya paling atas. Sensor yang digunakannya bukan sensor abal-abal, Sony IMX822 yang tergolong modern dan besar, dengan ukuran 1/1.95 inci dan bukaan lensanya f/1.8 yang sensitif terhadap cahaya. 

Di bawahnya adalah sensordepthyang mungkin kasih efek bokeh saat memotret di mode Portrait. Sisanya yang paling bawah adalah IR Blaster untuk mengontrol alat elektronik via infrared. 

Di depan, ada kamera selfie 13 MP dengan bukaan lensa f/2.2. Kamera ini masihfixed focus, jadi perlu atur jarak wajah agar hasilnya tetap tajam. Kalau ambil selfie di ruang yang temaram atau kurang cahaya, ada dua lampu LED di depan untuk membantu pencahayaan. 


Hasilnya bagaimana?

Kamera utama 50 MP ponsel ini mampu bekerja dengan baik bila memotret di kondisi cahaya yang pas dan ideal. Gambar yang dihasilkan kasih keluaran warna yangpunchydan keluar banget, tapi sama sekali tidakoversaturated

Begitu juga saat memotret dedaunan, gradasi warna hijau dan kuningnya terlihat natural dan terpisah dengan baik.

Soal detail dan ketajaman juga nggak mengecewakan. Tekstur di foto tembok batu ataupaving blockbisa ditangkap dengan jelas dan tajam. 

Kemampuandynamic range-nya juga terbukti mumpuni. Di foto jalanan yangtrickyitu, langit masih terlihat detail awannya, sementara area bayangan di pinggir jalan tidak jadi hitam pekat.

Kemampuan fotoclose-up-nya juga oke. Di foto bunga kuning, fokusnya berhasilnguncidi objek dengan baik, danbokehdi latar belakangnya terlihat rapi dan natural. Kamera utama ini bisa diandalkan untuk kebutuhanpoint-and-shootstandar di siang hari.

Begitu masuk ke kondisi temaram dengan cahaya yang kurang mendukung, kameranya masih bisa diandalkan. Tajamnya dapet, detailnya juga oke. Tekstur makanan misalnya, detailnya kelihatan jelas, dan saat kami memotret mode Portrait, bokeh-nya pun terlihat rapi. 

Performa di luar ruangan pas senja, malah terbilang impresif.Dynamic range-nya bekerja baik. Langitnya nggakblow-out, detail awan masih ada, tapi area gelap di rel kereta juga nggak jadi hitam pekat. Lampu-lampu stasiun dan gedung juga terkontrol, nggakmeleber.

Tapi, tentu ada "tapi"-nya. Kamera ini baru kelihatan batasnya begitu diajak nge-zoomatau masuk ke kondisi yang beneran gelap. Kalau gambar diperbesar, detailnya kelihatan halus, jelas karena kemampuandigital-zoomyang kurang optimal.

Lantaran tidak ada OIS, memotret di malam hari juga mewajibkan kalian punya tangan yang benar-benar stabil. Kalau tidak, fokusnya bisa ambyar. 

Beralih ke kamera depan, hasil selfie Infinix Hot 60 Pro+ juga cukup bagus. Wajah kelihatan natural,tonekulitnya pas, dan detail di rambut atau pakaian juga lumayan dapat.Dynamic range-nya juga oke, awan di langit masih terlihat jelas dan tidakoverexposed.

Masuk ke kondisiindoordengan cahaya yang lebih menantang, kameranya masih bisa diandalkan.Noisememang mulai sedikit muncul di area bayangan, tapi nggak sampai mengganggu. Warna di latar juga tetap terjaga.



Kesimpulan


Untuk sebuahsmartphoneharga Rp2 jutaan, asli deh, Infinix Hot 60 Pro+ kasih fitur yang lengkap. Jualan utamanya, seperti yang kami bilang di awal, bukan cuma bodi tipis saja, tapi lebih dari itu. 

Bodinya dibikin premium berkat material aluminium, malah sudah IP65 pula. Layarnya pun AMOLED yang enak buat dipandang. 

Di sistem operasi, Infinix Hot 60 Pro+ juga mendapatkan jaminan update software panjang, lengkap dengan fitur AI yang dapat membantu produktivitas ataupun kreativitas. Di bagian kamera, Infinix Hot 60 Pro+ pun sodorkan hasil yang bagus untuk siang maupun malam hari, dengan beberapa catatan penting. 

Ya, ponsel ini bisa kasihfeelala ponsel premium dengan harga yang amat terjangkau. Boleh dibilang, ini paket komplet yang susah ditolak buat kalian yang memang cari HP Rp2 jutaan.